Lampung dan Banten Jadi Calon Tunggal Tuan Rumah Bersama PON 2032

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman

 Provinsi Lampung dan Banten selangkah lagi akan mengukir sejarah baru dalam dunia olahraga nasional. Kedua provinsi ini resmi menjadi calon tunggal tuan rumah bersama untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032.

Kepastian ini muncul setelah hanya Lampung dan Banten yang menyerahkan dokumen persyaratan lengkap kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat hingga batas akhir pendaftaran pada 1 April 2026. Penyerahan dokumen tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Banten, Kombes Pol Purn Dr. Agus Rasyid, dan Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, kepada Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kolaborasi Dua Provinsi

Melalui pernyataan resmi di media sosial, KONI Lampung menegaskan kesiapannya bersama Banten untuk menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di tanah air tersebut. Sebagai calon tunggal, peluang kedua provinsi ini untuk ditetapkan sebagai penyelenggara sangat besar, mengingat tidak ada daerah lain yang mengajukan diri.

Sebelum menuju tahun 2032, rangkaian estafet tuan rumah PON akan singgah terlebih dahulu di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan menggelar PON XXII pada tahun 2028 mendatang. Menariknya, pada edisi 2028 nanti, DKI Jakarta juga akan berperan sebagai penyangga pertandingan untuk beberapa cabang olahraga tertentu guna memanfaatkan fasilitas yang sudah memadai.

Peningkatan Standar dan Inovasi KONI

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menekankan bahwa penyelenggaraan PON ke depan tidak hanya sekadar rutin empat tahunan, tetapi akan mengalami peningkatan kualitas. KONI Pusat berencana menerapkan standar tertentu bagi para atlet agar persaingan semakin kompetitif dan sesuai dengan sasaran prestasi Indonesia di kancah internasional.

Selain fokus pada PON, Marciano juga menjelaskan bahwa KONI tetap memberikan wadah bagi cabang olahraga yang tidak dipertandingkan di ajang tersebut melalui berbagai ajang terobosan baru, di antaranya:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  • Indonesia Martial Art Games (IMAG) - Pekan Olahraga Bela Diri Nasional.
  • Indonesia Beach Games - Pekan Olahraga Pantai Nasional.
  • Indonesia Indoor Games - Pekan Olahraga Indoor.
  • Indonesia Youth Games - PON Remaja.

Ajang-ajang tersebut direncanakan akan berlangsung setiap dua tahun sekali di tingkat kabupaten/kota sebagai upaya pemerataan pembinaan atlet di seluruh penjuru Indonesia.