Awas Keracunan, 6 Kesalahan Saat Memanaskan Ulang Makanan Sisa
Makanan yang sisa bisa jadi penyelamat, terutama saat kamu tidak sempat masak.
Namun, cara menyimpan dan memanaskan ulang makanan tidak boleh sembarangan. Kesalahan kecil bisa membuat makanan berbahaya karena menjadi sarang bakteri, sehingga bisa membuatmu sakit.
Kesalahan saat memanaskan ulang makanan sisa
Berikut enam kesalahan umum yang sering dilakukan saat mengolah kembali makanan sisa, plus satu mitos yang perlu diluruskan.
1. Membiarkan makanan terlalu lama di suhu ruang
Jangan biarkan makanan matang atau makanan sisa berada di suhu ruang lebih dari 2 jam. Setelah dimasak, sajikan selagi panas, yaitu pada suhu 60 derajat Celsius atau lebih tinggi. Zona bahaya pertumbuhan bakteri ada pada suhu 4 sampai 60 derajat Celsius.
Jika makanan sudah berada di suhu ruang lebih dari 2 jam, sebaiknya dibuang. Bahkan, bila suhu lingkungan lebih dari 32 derajat Celsius, makanan hanya aman dibiarkan selama 1 jam.
Untuk mendinginkan makanan lebih cepat sebelum masuk kulkas, gunakan wadah dangkal, potong makanan besar jadi bagian kecil, atau letakkan wadah di atas rendaman es sebelum disimpan.
2. Tidak menggunakan wadah kedap udara
Wadah plastik tipis atau bekas kotak takeout tidak cukup aman untuk menyimpan makanan sisa. Gunakan wadah kedap udara berkualitas baik.
Ilustrasi wadah kedap udara.
Pilih ukuran wadah yang sesuai dengan jumlah makanan agar ruang kosong di dalamnya sedikit.
Ini membantu mencegah masuknya bakteri, menjaga kelembapan, dan menghindari bau dari makanan lain.
3. Suhu kulkas terlalu hangat
Pastikan suhu kulkas Anda 4 derajat Celsius atau lebih rendah. Banyak orang menyetel kulkas pada suhu terlalu hangat, sehingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Gunakan termometer kulkas untuk memastikan suhunya aman.
4. Menyimpan makanan sisa terlalu lama
Makanan sisa hanya aman disimpan di kulkas selama 3–5 hari. Jika lebih dari itu, sebaiknya dibuang. Untuk penyimpanan lebih lama, simpan di freezer hingga 4 bulan.
Ilustrasi kulkas, Ilustrasi menyimpan makanan di pintu kulkas.
Biasakan memberi label tanggal pada wadah makanan sisa agar mudah melacak kapan makanan dimasak. Ingat aturan sederhana: jika ragu, buang saja.
5. Tidak memanaskan hingga suhu yang cukup tinggi
Saat memanaskan ulang makanan, pastikan suhunya mencapai 74 derajat Celsius (cek dengan termometer makanan). Kuah, saus, dan sup sebaiknya dipanaskan hingga mendidih. Tutup wadah saat memanaskan untuk menjaga kelembapan dan memastikan panas merata.
Jika menggunakan microwave, aduk atau balik makanan di tengah waktu pemanasan agar tidak ada bagian dingin yang berisiko jadi tempat berkembang biak bakteri.
Setelah dipanaskan, biarkan makanan diam selama 1 menit sebelum dicek suhunya.
6. Terjadi kontaminasi silang di microwave
Banyak orang menggunakan microwave untuk mencairkan daging beku. Padahal, cairan dari daging mentah bisa membawa bakteri berbahaya.

Jika tetap ingin mencairkan daging di microwave, gunakan piring khusus untuk daging mentah dan jangan dipakai ulang untuk makanan matang kecuali sudah dicuci dengan air panas dan sabun.
Mitos: Memanaskan kentang bisa sebabkan botulisme
Ada anggapan bahwa memanaskan ulang kentang dapat menimbulkan botulisme. Faktanya, memanaskan kentang tidak bisa menyebabkan botulisme.
Botulisme memang bisa terjadi bila kentang disimpan pada suhu hangat, karena bakteri Clostridium botulinum bisa berkembang. Namun, risiko ini bisa dicegah dengan cara:
- Cuci kentang dengan benar sebelum dimasak.
- Segera simpan kentang matang di kulkas setelah selesai dimasak.
Untuk kentang panggang yang dibungkus aluminium foil, simpan di atas suhu 60 derajat Celsius hingga disajikan, atau dinginkan dengan melepas sedikit bungkus foil sebelum dimasukkan ke kulkas.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.