Kesalahan Umum Saat Berkemih Ini Berisiko Sebabkan Disfungsi Ereksi hingga Masalah Prostat

Ilustrasi buang air kecil
Ilustrasi buang air kecil

Posisi berkemih terutama pada pria ternyata dapat memengaruhi kondisi kesehatan mereka. Kok bisa? Dalam sebuah tinjauan penelitian yang dilakukan Leiden University Medical Center pada tahun 2014 lalu menemukan bahwa berkemih sambil duduk lebih efektif bagi pria yang memiliki gejala gangguan saluran kemih bagian bawah (Lower Urinary Tract Symptoms/LUTS), seperti pembesaran prostat. Alasannya, posisi duduk memungkinkan kandung kemih lebih cepat dan lebih tuntas kosong karena otot tubuh lebih rileks.

konsultan ahli bedah urologi di sektor swasta dan NHS yang berbasis di Warrington dan Manchester, Matthew Liew juga memiliki alasan kuat mengapa berkemih sambil duduk bisa lebih baik. Berikut ini 4 alasan mengapa berkemih sambil duduk lebih baik seperti dilansir dari laman The Sun.

1. Pengosongan kandung kemih lebih baik

Menurut Liew, bagi sebagian pria terutama yang mengalami kondisi seperti pembesaran prostat atau benign prostatic hyperplasia (BPH) posisi duduk dapat membuat kandung kemih lebih kosong. Hal ini lantaran kata dia, ketika seorang pria duduk, otot dasar panggul menjadi lebih rileks.

”Anda juga bisa menggunakan otot perut lebih maksimal, sehingga pengosongan kandung kemih bisa lebih tuntas dan bahkan tetes terakhir bisa keluar. Hal ini dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih (ISK) serta masalah kandung kemih lain yang timbul akibat sisa urin,”jelas dia.

2. Lebih bersih

Liew menjelaskan, saat pria buang air kecil sambil berdiri, meskipun arah berkemihnya lurus ke arah toilet, namun percikan kecil tetap bisa menyebar cukup jauh, bahkan berpotensi mengotori lantai, dinding, atau bahkan sikat gigi.

“Dengan duduk, percikan bisa diminimalisasi, sehingga kamar mandi jauh lebih bersih. Ini juga bentuk perhatian kepada orang lain yang menggunakan toilet, terutama di rumah dengan banyak anggota keluarga,” kata dia.

3. Mengurangi tekanan pada otot panggul

Buang air kecil sambil duduk juga mengurangi beban pada otot dasar panggul. Bagi pria yang mengalami disfungsi otot dasar panggul atau otot panggul yang lemah, posisi duduk bisa sangat membantu.

“Terus-menerus mengejan bisa menimbulkan masalah jangka panjang seperti inkontinensia (sulit menahan kencing) atau bahkan disfungsi ereksi,” kata Liew mengingatkan.

4. Rasa nyaman dan rileks

Bagi sebagian orang, buang air kecil sambil duduk juga terasa lebih nyaman bahkan bisa jadi pilihan bagi pria yang malas atau sedang lelah.

“Ini memberi kesempatan untuk rileks, terutama jika mereka merasa capek atau punya masalah mobilitas.Selain itu, duduk juga menghilangkan kebutuhan untuk ‘mengarahkan semprotan’ dan mengurangi risiko meleset, yang bisa jadi sumber stres atau rasa malu,” jelas dia.

Jadi, siapa yang sebaiknya mencoba kencing sambil duduk?

Menurut Liew, pria dengan masalah saluran kemih, masalah prostat, pria lanjut usia, mereka yang memiliki keterbatasan gerak, atau siapa pun yang peduli dengan kebersihan bisa mempertimbangkan untuk lebih sering buang air kecil sambil duduk.

“Kelompok yang paling diuntungkan adalah pria dengan masalah saluran kemih atau pembesaran prostat (BPH). Duduk membantu mereka mengosongkan kandung kemih lebih efektif. Seiring bertambahnya usia, pembesaran prostat dan masalah urin semakin umum. Duduk bisa membantu mengurangi gejala tersebut,” jelasnya.

Namun, ia menjelaskan bagi sebagian besar pria sehat, tidak ada bahaya medis jika tetap buang air kecil sambil berdiri. Pilihan duduk atau berdiri biasanya lebih ke preferensi pribadi dan kebiasaan budaya.

”Tantangan utamanya adalah stigma sosial. Di beberapa budaya, duduk dianggap tanda kelemahan atau kurang maskulin. Namun, manfaat dari sisi kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan kini mulai menggeser pandangan itu. Jika Anda punya masalah urologi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter umum atau ahli urologi,” kata dia menambahkan.