Gantikan Viktor Axelsen, Alwi Farhan Debut di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025

Indonesia, Denmark, Viktor Axelsen, Axelsen, tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, wakil indonesia di kejuaraan dunia, kejuaraan dunia bulu tangkis 2025, gelar juara dunia milik axelsen, axelsen cedera, Gantikan Viktor Axelsen, Alwi Farhan Debut di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025

Viktor Axelsen dipastikan melewatkan ajang bergengsi Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025.

Mantan raja bulu tangkis tunggal putra itu absen untuk memulihkan kondisi fisiknya.

Axelsen melakukan proses rehabilitasi setelah menderita cedera punggung. Posisinya digantikan oleh tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan.

Indonesia Untung di Kejuaraan Dunia 2025

Viktor Axelsen sudah gantung raket untuk sementara waktu sejak di All England Open 2025 pada bulan Maret lalu.

Dengan mundurnya pebulu tangkis Denmark itu, Indonesia memperoleh keuntungan. Merah Putih dapat menambah amunisi pada Kejuaraan Dunia 2025.

Sesuai aturan, posisi kosong di turnamen berhak diisi oleh pemain cadangan.

Di antara para kontestan cadangan, tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, berada di urutan ketiga.

Alwi Hasan berhak untuk mengisi posisi tersebut dan bisa mengukir debutnya di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 pada 25–31 Agustus mendatang.

Dalam ranking pemain cadangan, Alwi sejatinya berada di bawah Lei Lan Xi (China) dan Chi Yu Jen (Taiwan).

Akan tetapi, Alwi lebih berhak menggantikan Axelsen karena tidak terhalang kuota maksimal empat wakil senegara seperti dua pemain di atasnya.

Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 baru dua, yaitu Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Mereka adalah tunggal putra Indonesia.

Adapun China dan Taiwan sudah memasang masing-masing empat wakil di Kejuaraan Dunia 2025.

Picu Kekhawatiran Denmark

Mundurnya Axelsen memicu kekhawatiran bagi Denmark. Hal ini menyangkut peluang mereka meraih medali emas pada ajang yang akan dihelat di Paris, Prancis pada 25-31 Agustus 2025 itu.

Joachim Fischer Nielsen, mantan pebulu tangkis Denmark sekaligus pengamat bulu tangkis, menyampaikan kekhawatiran tersebut.

"Hal ini membuat Denmark menjadi lebih lemah ketika salah satu pemain tunggal putra terbaik di dunia keluar dari persaingan. Tidak ada keraguan tentang itu," kata Fischer.

"Kini, tanggung jawab sepenuhnya ada pada Anders Antonsen di tunggal putra dan beberapa pasangan ganda kami yang juga dapat bersaing untuk medali Kejuaraan Dunia," ujarnya.

Selama ini, Viktor Axelsen telah menjadi andalan Denmark di banyak turnamen bergengsi.

Axelsen satu-satunya atlet badminton Denmark yang mampu mempersembahkan gelar Kejuaraan Dunia dalam satu dekade terakhir.

Gelar juara Dunia milik Axelsen diraih pada tahun 2017 dan 2022.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!