Inovasi Candra Wijaya untuk Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Nomor Tunggal

Candra Wijaya, bulu tangkis, Indonesia, Inovasi Candra Wijaya untuk Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Nomor Tunggal

Legenda bulu tangkis Candra Wijaya konsisten berkontribusi terhadap pembinaan atlet masa depan Indonesia.

Setelah rutin menggelar kejuaraan khusus nomor ganda sejak 2009, Candra Wijaya kembali membuat gebrakan menarik. 

Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 ini melebarkan sayap dengan menyelenggarakan kejuaraan khusus nomor tunggal. 

Kejuaraan bertajuk "Single Special Championships 2026 Presented by Candra Wijaya" berlangsung di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya, Serpong, Tangerang Selatan, 12-14 Februari 2026.

Turnamen yang khusus mempertandingkan nomor tunggal tersebut diikuti 330 pebulutangkis dari 130 perkumpulan. 

Dipertandingkan nomor tunggal putra-putri, kelompok pra usia dini (U-9), usia dini (U-11), anak-anak (U-13), pemula (U-15), remaja (U-17), dan dewasa amatir (30+).

Sumbangsih untuk Bulu Tangkis Indonesia

Candra Wijaya mengakui memang ingin melebarkan sayap pembinaan. Bukan lagi sebatas nomor ganda, melainkan juga nomor tunggal.

Selama ini, Candra sukses menciptakan ekosistem bulu tangkis dengan mendirikan klub, membina atlet, membangun gedung olahraga, serta merancang dan menggelar kejuaraan khusus ganda.

"Setelah sekian lama berkecimpung di dunia bulu tangkis nasional, kini kami juga ingin melahirkan bibit-bibit unggul sektor tunggal," kata Candra Wijaya dalam keterangannya.

"Apa yang kami lakukan ini sesuai visi-misi kami untuk turut memajukan prestasi bulutangkis nasional secara menyeluruh dan bukan hanya di sektor ganda saja," tambah Candra.

Candra Wijaya, bulu tangkis, Indonesia, Inovasi Candra Wijaya untuk Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Nomor Tunggal

Legenda bulu tangkis Indonesia, Candra Wijaya, sukses menyelenggarakan kejuaraan khusus nomor tunggal di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (14/2/2026).

Harapannya, kejuaraan khusus nomor tunggal ini dapat menarik minat dan semakin mengairahkan pembinaan bagi calon atlet sejak usia dini.

"Kejuaraan khusus tunggal ini tentunya juga untuk membudayakan pembinaan sejak dini dan sekaligus melestarikan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah dunia," harap Candra.

Talenta-talenta Potensial Bermunculan

Gelaran perdana ini melahirkan talenta-talenta potensial di sektor tunggal. Misalnya, Kharissa Lubna Ramadhani. Pelajar SDN Ciracas 06, Jakarta Timur ini menjadi juara tunggal putri usia dini (U-11). 

Di tunggal remaja (U-17) putri, Haura Kamila Assopiah asal Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya (DYSCW) tampil terbaik. 

Pada kelompok pra usia dini (U-9) putra, Muhammad Haufanhazza Firdaus juga jadi jawara. Pemain asal klub Amour Badminton Club ini, berhasil mengatasi perlawanan Arka Pratama Sitepu (Flash), 21-16, 21-18.

Sedangkan di tunggal pemula (U-15) putra, pemain binaan DYSCW, Didin Khoerul Ma'mur juga tampil terbaik. Di laga pamungkas, Didin menang atas Aurial Sakha Wiratama (Jaya Raya Jakarta), 21-15, 21-11. 

Berkat kemenangan ini, tuan rumah DYSCW akhirnya keluar sebagai juara umum dengan raihan dua emas dan satu perak sumbangan Gibran Sandya Prayoga di tunggal anak-anak (U-13) putra. 

Gibran di final dikalahkan Muhammad Davin Abrisam (SDN 1 Panaragan Bogor) dengan skor 10-21, 18-21.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang