Aturan Skor Baru BWF 3 x 15 di Mata Viktor Axelsen, Keseruan Berkurang
Legenda hidup bulu tangkis, Viktor Axelsen, mengutarakan pandangannya terkait aturan skor baru BWF 3 x 15 yang akan berlaku mulai tahun depan.
Viktor Axelsen menyambangi Jakarta dalam rangka tur eksklusif sebagai brand ambassador sponsor Monitor ERP pada Minggu (24/5/2026).
Peraih dua medali emas Olimpiade plus satu perunggu ini berbicara banyak hal terkait perjalanan karier dan perkembangan terkini, tak terkecuali skor baru 3 x 15.
Keputusan BWF memangkas poin kemenangan dari 21 menjadi 15 di setiap gim dinilai akan berpengaruh terhadap keseruan pertandingan.
Sistem 15 poin dapat mengurangi unsur ketahanan atlet, drama, hingga peluang menikung lawan dalam situasi kritis yang selama ini menjadi daya tarik bulu tangkis.
"Saya pikir kita akan kehilangan beberapa aspek daya tahan dan momen comeback dramatis dalam sebuah pertandingan," kata Axelsen kepada awak media, termasuk KOMPAS.com, di The Westin Jakarta.
Axelsen melanjutkan, sistem 21 poin sejatinya sudah ideal untuk turnamen internasional BWF World Tour. Para pemain juga memiliki jeda istirahat yang cukup panjang.
Isu ini bukanlah problem utama yang harus diubah, melainkan pengaturan kalender tahunan BWF. Axelsen merasa jadwal turnamen sangat padat dan merugikan pemain.
"Kalender pertandingan memang cukup padat, jadi saya pikir akan lebih baik untuk melihat hal itu daripada mengubah sistem skor dari 21 menjadi 15," jelasnya.
Sulit Mengejar Saat Tertinggal
Sistem baru 15 poin memberikan keuntungan besar buat pemain bertipe menyerang yang terbiasa langsung tancap gas sejak awal pertandingan.
Tidak lagi ada ruang untuk mengejar saat tertinggal jauh dalam sistem 15 poin. Bermain santai bukanlah opsi lantaran setiap poin sangat berharga di skor baru BWF tahun depan.
Legenda bulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, mengunjungi Jakarta sebagai Brand Ambassador Monitor ERP, Minggu (24/5/2026).
"Akan ada lebih banyak kejutan selama turnamen berlangsung menurut saya, terutama di awal-awal penerapannya," ujar Axelsen.
"Pertandingan akan berakhir jauh lebih cepat. Tidak seperti poin 21. Anda bisa bangkit saat tertinggal 5-11 atau semacamnya."
"Menjadi sulit ketika Anda hanya bermain sampai 15 poin. Saya pikir ini sebuah pendekatan yang sangat berbeda terhadap permainan. Kita lihat saja nanti seperti apa," imbuhnya.
Axelsen Fokus Keluarga dan Bisnis
Viktor Axelsen telah memutuskan gantung raket alias pensiun dari kancah profesional sebulan lalu. Dia kini bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anaknua.
"Kehidupan harian saya masih cukup teratur. Saya mencoba menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan kedua putri saya," ucap Axelsen.
Selain itu, Axelsen mengaku sedang menjalankan bisnis investasi dan manajemen risiko bersama rekannya yang bergerak di bidang tersebut.
Dia belum kepikiran beralih profesi menjadi pelatih bulu tangkis, meski aktivitas barunya tetap masih beririsan dengan olahraga tepok bulu.
"Kami menjalankan bisnis manajemen risiko dalam hal investasi. Ini sesuatu yang benar-benar berbeda dan saya sangat menikmatinya."
"Saat ini belum ada rencana untuk menjadi pelatih. Saya tahu saya akan tetap terlibat di olahraga ini dalam beberapa cara, tapi belum tahu peran seperti apa," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang