Tai Tzu-ying Putuskan Pensiun dari Dunia Bulu Tangkis

Taiwan, Tai Tzu Ying, Bulu Tangkis, akane yamaguchi, An Se-young, Tai Tzu-ying Putuskan Pensiun dari Dunia Bulu Tangkis

Pemain bulu tangkis Taiwan, Tai Tzu Ying, resmi menyatakan mengakhiri kariernya di dunia bulutangkis.

Kabar tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial, menandai berakhirnya perjalanan panjang sang pebulu tangkis asal Taiwan yang telah dikenal sebagai salah satu penguasa tunggal putri dalam satu dekade terakhir.

Pada pengumumannya, Tai Tzu Ying menyebut bahwa masa keemasannya telah usai.

Kendati demikian, ia berharap nilai-nilai dan semangatnya tetap menyertai para pendukungnya.

"Sebuah babak indah telah berakhir. Terima kasih, bulu tangkis, atas semua yang telah kau berikan kepadaku," tulis Tzu Ying dikutip dari South China Morning Post.

Cedera Berkepanjangan dan Keputusan Sulit

Lahir di Kaohsiung, Taiwan, Tai Tzu Ying telah berusaha untuk pulih dari cedera yang dialaminya sejak tahun lalu.

Kondisi tersebut membuatnya tak mampu tampil kembali secara kompetitif di ajang internasional.

Ia mengingat kembali momen tersingkir dari fase grup Olimpiade Paris yang menurutnya menjadi salah satu titik terberat dalam karier panjangnya.

"Sebelum Olimpiade, saya tidak yakin apakah cedera kaki saya akan memungkinkan saya untuk bertanding, tetapi saya sudah memberikan segalanya," tegas Tzu Ying.

"Orang lain tidak menyerah pada saya, jadi saya tidak bisa menyerah pada diri sendiri," lanjutnya.

Ia menyebut bahwa diperlukan waktu yang panjang untuk menerima kenyataan tersebut.

Meski demikian, Tai tetap merasa bersyukur atas dukungan yang diterimanya sepanjang proses rehabilitasi.

Taiwan, Tai Tzu Ying, Bulu Tangkis, akane yamaguchi, An Se-young, Tai Tzu-ying Putuskan Pensiun dari Dunia Bulu Tangkis

Tunggal putri Taiwan, Tai Tzu Ying bertanding melawan tungal putri China, Wang Zhi Yi pada laga final Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/6/2022). Tai Tzu Ying memastikan gelar juara Indonesia Open usai menekuk Wang Zhi Yi melalui rubber game dengan skor 23-21, 21-6, dan 21-15.

Karier Gemilang dengan Rekor dan Prestasi Besar

Tai Tzu Ying merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah bulutangkis putri.

Ia menjadi pemain asal Taiwan pertama yang menempati peringkat satu dunia pada akhir 2016, sebuah posisi yang kembali ia rebut berulang kali hingga total waktu 214 minggu, menjadikannya salah satu pemain dengan masa kepemimpinan peringkat terpanjang.

Prestasinya antara lain medali perak Olimpiade Tokyo 2021, medali perak di Kejuaraan Dunia 2021, dua medali emas di Summer Universiade 2017 dan Asian Games 2018, tiga gelar All England Open (2017, 2018, 2020), serta tiga titel Kejuaraan Asia (2017, 2018, 2023).

Namun, satu hal yang belum pernah diraihnya adalah gelar juara dunia dan emas Olimpiade, meski ia tetap dikenal sebagai pemain dengan teknik pukulan kreatif dan kemampuan tipuan yang sulit ditandingi.

Akhiri Karier Tanpa Laga Perpisahan

Tai Tzu Ying memilih mengumumkan pensiunnya tanpa menggelar pertandingan perpisahan. Ia memiliki alasan personal untuk tidak menutup karier dengan seremoni besar.

"Saya tidak ingin Anda melihat saya dalam kondisi yang begitu lemah, jadi saya tidak bisa memberikan upacara pensiun yang sempurna," tambah Tzu Ying.

Ia menambahkan bahwa untuk saat ini ia ingin menjalani hari-hari dengan kehidupan yang lebih tenang.

"Untuk saat ini, saya akan menikmati hidup tanpa jam alarm," pungkas wanita berusia 31 tahun itu.

Pertandingan terakhirnya terjadi pada China Open 2024, ketika ia kalah di babak 32 besar dari Julie Dawall Jakobsen.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.