5 Cara Ajari Anak Menjaga Diri Tanpa Jadi Orangtua Overprotektif

5 Cara Ajari Anak Menjaga Diri Tanpa Jadi Orangtua Overprotektif, 1. Mengajarkan kemandirian, 2. Mengajarkan sebab-akibat, 3. Memiliki pencapaian , 4. Menyelesaikan masalahnya sendiri

Semua orangtua ingin menjaga anaknya agar bisa tumbuh dengan baik.

Namun, beberapa di antaranya melindungi anak secara berlebihan dan tak menyadari sikapnya terlalu overprotektif. Bukannya baik, overprotektif justru dapat berpengaruh buruk pada anak.

Lalu, bagaimana cara tepat mengajari anak untuk menjaga dirinya sendiri? Berikut penjelasannya.

Cara mengajari anak menjaga diri tanpa overprotektif

1. Mengajarkan kemandirian

Menurut Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Rosdiana Setyaningrum, orangtua harus membentuk kepribadian anak dengan baik.

Dalam hal ini, anak diberi kesempatan untuk belajar mandiri. Biasanya, ketika memasuki usia 5 tahun anak sudah mandiri.

“Mandiri tidak berarti mengerjakan semuanya sendiri. Melainkan tahu mana hal yang bisa dikerjakan sendiri dan mana yang harus meminta tolong,” ujar Rosdiana ketika diwawancarai Kompas.com, Rabu (11/9/2024).

2. Mengajarkan sebab-akibat

Agar bisa menjaga dirinya sendiri, anak harus mengetahui sebab akibat.

Orangtua bisa melihat respons anak ketika bertindak, apakah responsnya positif atau negatif.

“Jadi dia bisa memilih tingkah laku dan melindungi dirinya sendiri karena dia tahu bagaimana nanti merespons orang lain,” ujar Rosdiana.

3. Memiliki pencapaian

Suatu pencapaian akan membuat anak lebih percaya diri.

Dengan memiliki pencapaian anak-anak juga tahu caranya bertanggung jawab dan menghindari hal-hal buruk karena mengejar sesuatu.

4. Menyelesaikan masalahnya sendiri

Anak-anak juga harus diajarkan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri untuk membangun percaya dirinya.

Anak harus memiliki pikiran bahwa dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, bukan orangtua yang akan menyelesaikannya.

Kendati semikian, pastikan orangtua akan selalu ada untuk mendukung dan mendampinginya jika ada masalah.

Anak menjadi percaya diri karena tahu bahwa orangtuanya akan selalu membimbingnya, menegur jika melakukan kesalahan dan memuji jika dia melakukan hal yang baik.