Apakah Kopi Buruk untuk Jantung? Dokter Jantung Beri Penjelasannya
Di balik popularitasnya, kopi sering mendapat reputasi kurang baik karena dianggap dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk menyebabkan jantung berdebar, darah tinggi, bahkan gangguan jantung.
Bagaimana pandangan ahli terkait konsumsi kopi harian? Simak selengkapnya berikut ini.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FAsCC, meluruskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Kopi tidak selalu buruk bagi kesehatan jantung. Bahkan, dr. Febtusia menyebut kopi, khususnya kopi hitam sebagai teman dokter jantung.
"Jadi, sebenarnya kopi hitam ada benefit-nya. Pertama, antioksidan," ujar dr. Febtusia dalam sesi edukasi media yang digelar Daewoong Pharmaceutical Indonesia dan PERKI di Noble House, Jakarta pada Selasa (09/06).
Menurut dr. Febtusia, kandungan antioksidan dalam kopi dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Jadi, mengonsumsi kopi hitam selama tanpa tambahan berlebih tidak otomatis membahayakan kesehatan jantung seperti yang sering dipersepsikan.
Selain mengandung antioksidan, kopi juga memiliki kandungan kafein yang membuat seseorang merasa lebih segar, fokus, dan tidak mudah mengantuk.
"Kafein itu sebenarnya efeknya apa, sih? Dia akan membuat kita lebih alert, membuat kita tidak mudah ngantuk," kata dr. Febtusia.
Efek inilah yang membuat kopi menjadi pilihan banyak orang saat bekerja atau beraktivitas. Namun, perlu diperhatikan bahwa respons tubuh terhadap kafein dapat berbeda pada setiap individu.
Penderita aritmia perlu lebih berhati-hati
Menurut dr. Febtusia, orang-orang yang perlu lebih memperhatikan konsumsi kopi adalah mereka yang memiliki aritmia atau gangguan irama jantung.
Ia menjelaskan bahwa aritmia terjadi ketika sistem kelistrikan jantung bekerja tidak teratur yang berakibat pada denyut jantung dapat menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.
"Kopi hitam itu maksimal 3 gelas sehari masih boleh. Tapi, biasanya untuk orang yang aritmia, saya anjurkan kalau misalnya lagi berdebar, udah dulu minum kopinya, karena dia bisa meningkatkan detak jantung," ujar dr. Febtusia.
Perhatikan bahan tambahan yang dimasukkan ke dalam kopi
Ilustrasi Minum Kopi
Selain kafein, ada hal lain yang lebih sering luput dari perhatian, yakni bahan tambahan yang dimasukkan ke dalam secangkir kopi.Menurut dr. Febtusia masalah kesehatan yang kerap dikaitkan dengan kopi sebenarnya lebih sering berasal dari gula, sirup, krimer, atau bahan tambahan lain yang digunakan dalam minuman kopi kekinian.
"Yang memusuhi dokter jantung adalah gulanya sama susunya," jelas dr. Febtusia.
Ia menuturkan kalau susu pada dasarnya tidak selalu menjadi persoalan karena masih tersedia berbagai pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, misalnya susu rendah lemak atau kedelai.
Akan tetapi, konsumsi gula berlebih perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang.
Banyak minuman kopi yang dijual di pasaran, menurut dr. Febtusia, mengandung gula dalam jumlah yang tidak sedikit.
Maka dari itu, disarankan untuk lebih memperhatikan komposisi minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang