Khutbah Arafah Akan Diterjemahkan dalam 35 Bahasa, Ini Alasannya

Ilustrasi jemaah haji sedang menjalani wukuf di padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi
Ilustrasi jemaah haji sedang menjalani wukuf di padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi

 Presidensi Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengumumkan bahwa khutbah Arafah pada puncak ibadah haji tahun ini akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa dan disiarkan melalui platform digital dan saluran afiliasinya.

Upaya ini bertujuan untuk menyampaikan pesan khutbah kepada umat Muslim di seluruh dunia dan mempromosikan pesan Islam tentang moderasi, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Saudi (SPA).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Syekh Abdulrahman Al-Sudais, kepala kepresidenan, mengatakan inisiatif ini mencerminkan komitmen Arab Saudi untuk melayani Islam dan umat Muslim serta menyoroti kepedulian kepemimpinan terhadap para jemaah haji.

Ia menambahkan, hal ini juga membantu memaksimalkan dampak global musim haji melalui teknologi modern dan platform digital. Al-Sudais mengatakan proyek penerjemahan khutbah Arafah adalah inisiatif utama kepresidenan, yang dibangun berdasarkan pengalaman bertahun-tahun, dan berkontribusi untuk memperkaya konten keagamaan dalam berbagai bahasa dunia.

Ia menegaskan bahwa inisiatif ini memungkinkan umat Muslim yang tidak berbahasa Arab untuk mendapatkan manfaat dari pesan spiritual dan kemanusiaan khutbah tersebut.

Al-Sudais mencatat bahwa kepresidenan telah memobilisasi kemampuan teknis dan medianya, bersama dengan tim-tim khusus, untuk memastikan khotbah tersebut menjangkau khalayak global seluas-luasnya dengan profesionalisme dan standar kualitas yang tinggi.

Arab Saudi mengumumkan bahwa hari Senin, 18 Mei 2026 sebagai awal Zuhijah 1447 Hijriah. Dengan demikian Hari Arafah (9 Zulhijah) atau puncak ibadah haji jatuh pada Selasa, 26 Mei, dan Hari Raya Idul Adha pada hari Rabu, 27 Mei 2026.

Keputusan tersebut berdasarkan penampakan hilal bulan Zulhijah yang terlihat oleh sejumlah saksi di wilayah Kerajaan, yang kemudian ditetapkan dalam sidang pada Minggu malam, dan diumumkan oleh Mahkamah Agung, selaku otoritas hukum di Arab Saudi.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pengumuman tersebut, Mahkamah Agung berdoa kepada Allah agar menganugerahkan pahala terbaik kepada Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman, dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri, Mohammed bin Salman, atas pengabdian mereka kepada para tamu Allah.

Mahkamah Agung juga memohon kepada Allah agar memudahkan dan nyaman para jamaah haji dalam melaksanakan ibadah haji, serta menerima amal ibadah mereka, dan menjaga keamanan, stabilitas, dan kemakmuran Arab Saudi dan para penguasanya