Selat Hormuz Dibuka, Iran Tegaskan Militer Tetap Kuasai Jalur Tersebut
Militer Amerika Serikat menghentikan sementara serangannya terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa ia menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Teheran. Kesepakatan ini menjadi jalan keluar di saat-saat terakhir, yang juga memberi waktu bagi Trump untuk menunda ancamannya menghancurkan jaringan listrik dan jembatan Iran.
Trump mengatakan, proposal yang diajukan melalui Pakistan itu mencakup pembukaan Selat Hormuz jalur penting yang dalam kondisi normal dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia sementara Washington dan Teheran berupaya merundingkan kesepakatan damai.
Di sisi lain, Teheran juga menyatakan telah menerima proposal tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa jika Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangan mereka, maka Iran juga akan menangguhkan operasi defensifnya selama dua minggu.
Melansir laman NDTV, Rabu 8 April 2026, Araghchi yang dikenal sebagai salah satu tokoh berpengalaman dalam negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat menambahkan bahwa militer Iran akan mengoordinasikan lalu lintas kapal di jalur perairan strategis tersebut selama masa gencatan senjata. Meski begitu, ia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran tetap akan mempertahankan kendali atas jalur tersebut.
Iran Klaim Menang atas AS
Teheran juga mengklaim kemenangan dalam perang yang pecah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Iran menyebut berhasil memaksa Amerika Serikat menerima rencana 10 poin yang diajukannya, termasuk pencabutan sanksi dan pengakuan terhadap program pengayaan nuklirnya.
Dalam pernyataannya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut bahwa rencana gencatan senjata tersebut mencakup kelanjutan kendali Iran atas Selat Hormuz, pengakuan terhadap pengayaan (nuklir), serta pencabutan seluruh sanksi utama dan tambahan.
Sejumlah tuntutan penting lainnya dalam proposal yang disampaikan melalui mediator di Pakistan antara lain penarikan pasukan militer Amerika Serikat dari Timur Tengah, penghentian serangan terhadap Iran dan sekutunya, pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan, serta adanya resolusi Dewan Keamanan PBB yang membuat kesepakatan ini mengikat secara hukum.
“Perlu dicatat bahwa jika resolusi semacam ini disahkan, maka seluruh kesepakatan tersebut akan memiliki kekuatan hukum internasional dan menjadi kemenangan diplomatik besar bagi bangsa Iran,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Hal yang tak kalah penting, rencana ini juga mencakup perluasan kendali Iran atas Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, dan sejak konflik lima minggu terakhir praktis tertutup bagi lalu lintas kapal.
10 Poin Syarat dari Iran
Berikut 10 syarat dari Iran yang dinilai “bisa dijalankan” oleh Amerika Serikat:
- Tidak ada agresi (non-agresi)
- Kelanjutan kendali Iran atas Selat Hormuz
- Pengakuan terhadap program pengayaan (uranium) Iran
- Pencabutan semua sanksi utama
- Pencabutan semua sanksi tambahan
- Penghentian seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB
- Penghentian seluruh resolusi Dewan Gubernur IAEA
- Pembayaran kompensasi kepada Iran
- Penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan
- Penghentian perang di semua pihak termasuk terhadap kelompok perlawanan Islam di Lebanon