Viral Lelang HP Murah Jadi Puluhan Juta, KPK Akui Ada Anomali dan Wanprestasi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dua lot barang rampasan berupa telepon seluler yang berstatus wanprestasi dalam lelang periode Maret 2026.
Status wanprestasi tersebut muncul karena pemenang lelang tidak melunasi pembayaran hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipraktikto, menyampaikan bahwa total nilai dari dua lot barang tersebut mencapai Rp 62,8 juta.
“Terdapat dua wanprestasi untuk dua lot barang berupa telepon genggam dengan total nilai Rp 62,8 juta,” ujar Mungki kepada para jurnalis di Jakarta, Sabtu (28/3/2026) diikutip dari Antara.
Apa dampak wanprestasi terhadap hasil lelang KPK?
Adanya wanprestasi tersebut berdampak pada total penerimaan hasil lelang KPK. Mungki menjelaskan bahwa nilai lelang yang berhasil dikumpulkan pada Maret 2026 mencapai Rp 10,922 miliar.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi awal yang mencapai Rp 10,985 miliar, jika seluruh pemenang lelang melunasi kewajibannya.
Selisih tersebut mencerminkan dampak langsung dari kegagalan pembayaran oleh peserta lelang terhadap optimalisasi penerimaan negara dari hasil pengelolaan barang rampasan.
Apakah wanprestasi terkait dengan lelang HP viral?
Mungki tidak secara rinci menjelaskan apakah dua lot yang wanprestasi tersebut termasuk dua unit ponsel bermerek OPPO yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan publik.
Seperti diketahui, dua ponsel tersebut sempat menjadi sorotan karena laku terjual dengan harga mencapai Rp 59,72 juta, jauh di atas nilai limit yang hanya Rp 73.000.
Ia hanya menyebut bahwa total nilai lelang untuk barang bergerak mencapai Rp719 juta, yang meliputi berbagai jenis barang seperti mobil, sepeda motor, sepeda, tas, jam tangan, dan telepon seluler.
Sementara itu, barang tidak bergerak berupa tanah dan bangunan mendominasi hasil lelang dengan nilai mencapai Rp 10,266 miliar.
Mengapa harga lelang HP bisa melonjak tinggi?
Fenomena tingginya harga lelang dua unit ponsel tersebut sebelumnya sempat memicu perhatian publik.
Mungki menjelaskan bahwa salah satu faktor yang membuat barang tersebut diminati adalah harga limit yang sangat rendah.
“Yang bikin orang tertarik untuk membeli telepon genggam (ponsel) Oppo tersebut adalah tentu saja karena harganya. Karena cukup murah untuk ukuran 2 buah telepon genggam,” kata Mungki.
Meski demikian, ia juga mengakui adanya kejanggalan dalam proses penawaran.
“Memang ada anomali terkait dengan tingginya nilai pemenang lelang,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa mekanisme lelang yang terbuka dapat memicu persaingan harga yang tidak terduga, terutama ketika harga awal ditetapkan jauh di bawah nilai pasar.
Bagaimana aturan pelunasan lelang KPK?
Mungki menjelaskan bahwa pemenang lelang memiliki kewajiban untuk melunasi pembayaran dalam jangka waktu tertentu. Untuk lelang Maret 2026, batas pelunasan ditetapkan selama lima hari kerja setelah penetapan pemenang.
Namun, karena periode tersebut bertepatan dengan hari libur nasional, tenggat waktu diperpanjang hingga 25 Maret 2026.
Fakta bahwa masih terdapat pemenang lelang yang tidak melunasi kewajibannya menunjukkan adanya tantangan dalam pelaksanaan lelang, terutama dalam memastikan komitmen peserta.
KPK menegaskan bahwa pengelolaan barang sitaan dan rampasan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang harus dioptimalkan.
“Pengelolaan barang sitaan dan rampasan tidak hanya berhenti pada aspek penegakan hukum, tetapi juga memastikan nilai ekonominya dapat kembali kepada negara secara optimal. Ini bagian penting dari strategi asset recovery,” kata Mungki.
Melalui proses lelang, KPK berupaya mengembalikan kerugian negara dari hasil tindak pidana korupsi.
Oleh karena itu, keberhasilan lelang tidak hanya diukur dari tingginya nilai penawaran, tetapi juga dari kepatuhan peserta dalam menyelesaikan pembayaran.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang