Pengakuan Pep Guardiola Soal Man United Usai Derbi Manchester
Manchester City harus menerima kekalahan 0-2 dari rival sekota Manchester United dalam derbi Manchester yang digelar Sabtu (17/1/2026).
Kekalahan 0-2 di Old Trafford pada hasil Derbi Manchester Man United vs Man City tersebut bukan hanya memberi awal sempurna bagi era baru Setan Merah di bawah Michael Carrick, tetapi juga menjadi pukulan lanjutan bagi ambisi gelar City musim ini.
Hasil tersebut membuat City gagal memangkas poin dari pemuncak klasemen Arsenal dan mengedepankan kelemahan-kelemahan struktural pasukan Pep Guardiola yang bisa saja kalah jauh lebih banyak apabila bukan karena aksi Gianluigi Donnarumma di bawah mistar gawang.
Pelatih Manchester City Pep Guardiola menegaskan kekalahan timnya lebih disebabkan oleh kurangnya energi, bukan oleh keputusan wasit yang sempat menjadi sorotan dalam insiden Diogo Dalot ke Jeremy Doku.
“Tim yang lebih baik memenangkan pertandingan. Mereka punya sesuatu yang tidak kami miliki,” kata Guardiola.
“Kami selalu berbicara soal energi yang kami butuhkan. Itu terkait dengan cara bertahan, duel-duel, situasi tertentu, tetapi juga ketika menguasai bola.”
Guardiola pun mengutarakan bahwa laga ini sebagai derbi ke-27 yang ia jalani sejak melatih City tetapi ia merasa ada yang kurang dari skuad asuhannya.
Man City kini gagal menang dalam empat laga terakhir di Premier League dengan The Citizens ditahan imbang Sunderland (0-0), Chelsea (1-1), dan Brighton (1-1) sebelumnya.
“Saya sudah sering datang ke sini, dan hari ini kami tidak berada di level yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Patrick Dorgu mencetak gol dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United vs Manchester City di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Foto oleh Darren Staples / AFP)
Ia menambahkan bahwa jadwal padat—enam laga dalam 17 hari—berpengaruh besar.
“Empat hari lalu kami punya energi itu di Newcastle. Bahkan di Sunderland dan tiga laga imbang lainnya, kami bermain sangat baik di banyak aspek. Tetapi hari ini, tidak,” kata Guardiola.
“Kami harus menerimanya dan melanjutkan langkah.”
Dominasi MU dan Gol Babak Kedua
Setan Merah memastikan kemenangan melalui gol Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu di babak kedua.
Tuan rumah juga sempat melihat tiga gol dianulir karena offside, dua kali membentur mistar, serta memaksa kiper City Gianluigi Donnarumma melakukan sejumlah penyelamatan penting.
City sebenarnya hampir mendapat keuntungan jumlah pemain sejak awal laga, ketika bek kanan MU Diogo Dalot melakukan tekel setinggi lutut terhadap Jeremy Doku dalam 10 menit pertama.
Wasit Anthony Taylor hanya mengeluarkan kartu kuning, keputusan yang kemudian didukung VAR.
Keputusan VAR dan Sikap Guardiola
Premier League Match Centre menjelaskan keputusan tersebut dengan menyatakan:
“Keputusan wasit memberikan kartu kuning kepada Dalot atas tekel ceroboh telah ditinjau dan dikonfirmasi oleh VAR, dengan kontak yang dinilai hanya sekilas dan tidak menggunakan kekuatan berlebihan.”
Guardiola menilai insiden itu seharusnya berbuah kartu merah, namun menolak menjadikannya alasan kekalahan.
Insiden tekel Diogo Dalot terhadap Jeremy Doku pada babak pertama derbi Manchester United melawan Manchester City di Old Trafford sempat memicu potensi kartu merah. Pertandingan Derbi Manchester Man United vs Man City bergulir sebagai laga pembuka pekan ke-22 Premier League pada Sabtu (17/1/2026).
“Itu kartu merah, tetapi akan buruk bagi saya sebagai pelatih jika menganalisis kekalahan dengan alasan itu,” katanya.
“Selama 85 menit kami bermain 10 lawan 11 menurut saya, tetapi jika kami bermain dengan energi seperti hari ini, kami tetap tidak mendekati level yang dibutuhkan."
"Saya bisa saja menyalahkan keputusan itu, tetapi kami tidak akan berkembang jika melakukan itu.”
Guardiola menutup dengan penekanan pada evaluasi internal.
“Kami harus bercermin. Jika para pemain mencari alasan, kami akan berada dalam masalah di masa depan. Analisisnya sederhana: Manchester United lebih baik dan kami harus menerimanya.”
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang