Adrien Rabiot Sebut AC Milan Kehabisan Bensin di Putaran Kedua Serie A 2025-2026
Hasil negatif diterima AC Milan saat digulung Udinese 0-3 dalam lanjutan pekan ke-31 Serie A Liga Italia 2025-2026.
Pertandingan AC Milan vs Udinese yang digelar di Stadion San Siro, Sabtu (11/4/2026) dini hari WIB menjadi mimpi buruk bagi Rossoneri yang mencatat kekalahan kelimanya musim ini.
Sebelumnya, selama 25 pertandingan awal, Milan hanya mengalami satu kali kekalahan dan bahkan sempat menempati posisi kedua di klasemen, sehingga dianggap sebagai calon kuat juara.
Sempat digdaya di awal musim, AC Milan justru perlahan menurun dalam tujuh laga terakhir termasuk kalah melawan Parma, Lazio, Napoli, dan Udinese.
Belakangan, masalah yang terjadi di AC Milan diungkap langsung oleh Adrien Rabiot yang menyebut dirinya mulai merasakan kelelahan.
AC Milan Mulai Kehabisan Bensin
Sorotan tajam ditujukan kepada para penyerang AC Milan yang dianggap melempem karena hanya mampu mencetak satu gol selama tujuh pertandingan terakhir melalui aksi Rafael Leao pada laga kontra Cremonese.
Selain buruk di lini depan, Rossoneri juga dianggap menurun di sektor tengah meski dihuni pemain berpengalaman seperti Luka Modric dan Adrien Rabiot.
Adrien Rabiot, yang didatangkan pada jendela transfer musim panas lalu dan langsung menjadi figur kunci di sektor tengah, dikenal memiliki fisik kuat, visi bermain yang tajam, kontrol bola yang baik, kecepatan, serta keberanian mengambil peran dari lini kedua.
Ia bahkan dianggap sebagai ikon kesuksesan Milan musim ini, hingga muncul ungkapan, “Jika Rabiot bermain, Milan lebih sering meraih kemenangan.”
Meski begitu, seusai laga kontra Udinese, Rabiot mengungkapkan bahwa dirinya bersama seluruh tim mulai kehabisan bensin dan merasa kelelahan.
"Kenapa kami begitu buruk di paruh kedua kompetisi?" ujarnya seperti dikutip dari Milannews.
"Saya pikir ada kemunduran fisik, kemerosotan mental, dan sedikit kelelahan, ini benar."
"Dalam pertandingan ini, kami melihat kesolidan tim berkurang."
Nicolo Zaniolo (kanan) dibayangi Davide Bartesaghi (kiri) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Stadion San Siro di Milan pada 11 April 2026. (Foto oleh MARCO BERTORELLO / AFP)
Mudah Kehilangan Fokus
Masalah fisik berpengaruh kepada performa tim di lapangan terutama menurunnya fokus di pertandingan.
Karena fokus yang hilang, Rabiot membenarkan jika dia dan rekan-rekannya juga tak jarang melakukan kesalahan.
"Hari ini kami tidak terorganisasi, kebobolan 2 gol di babak pertama, dan kebingungan di seluruh lapangan."
"Kami tidak tenang. Kami semua membuat kesalahan, termasuk saya."
"Kami kehilangan pikiran jernih karena ingin buru-buru mengejar ketertinggalan, kami terlalu berkomitmen dengan banyak pemain di area lawan," ujarnya.
Meski begitu, Rabiot mengatakan jika peran Allegri juga cukup penting dalam hal ini. Terlebih AC Milan masih memiliki kans finis tiga besar untuk bisa tampil di Liga Champions musim depan.
"Saya sendiri juga kehilangan pikiran jernih untuk melihat dan memberi tahu pemain lain supaya tetap fokus."
"Pelatih tetap tenang, dia bilang kepada kami supaya tetap tenang."
"Target masih ada di tangan. Kami masih di peringkat 3 dan harus langsung fokus ke laga melawan Hellas Verona," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang