Direktur AC Milan Bicara Usai Rossoneri Tumbang Lawan Atalanta

Liga Italia, AC Milan, Direktur AC Milan Bicara Usai Rossoneri Tumbang Lawan Atalanta

Direktur olahraga AC Milan, Igli Tare, mengakui Rossoneri sedang mengalami masalah mental setelah kekalahan 2-3 dari Atalanta di San Siro, Minggu (10/5/2026).

Hasil Liga Italia AC Milan vs Atalanta bergulir di Stadion San Siro, Milan, pada Minggu (10/5/2026).

Hasil tersebut membuat posisi Milan dalam perburuan tiket empat besar Serie A semakin rumit di tengah rentetan performa buruk dalam beberapa pekan terakhir.

AC Milan sempat tertinggal 0-3 terlebih dulu akibat gol-gol Ederson (7'), Davide Zappacosta (29'), dan Giacomo Raspadori (52') sebelum memangkas ketertinggalan via gol-gol larut Strahinja Pavlovic dan penalti Christopher Nkunku.

Hasil ini menjadi pertandingan ketiga beruntun di mana Rossoneri gagal menang di Serie A.

Situasi juga memanas di tribun penonton setelah kelompok ultras Curva Sud meninggalkan stadion ketika Milan tertinggal 0-3.

Tare Akui Milan Kehilangan Fokus

Berbicara kepada DAZN sebelum dan setelah pertandingan, Tare menilai Milan kehilangan fokus dan ketenangan dalam beberapa laga terakhir.

“Melihat beberapa pertandingan terakhir, kami kehilangan fokus yang tepat. Tidak ada gunanya menyembunyikan hal itu,” ujar Tare seperti dikutip dari SEmpremilan.com.

“Kami semua harus bertanggung jawab. Para fans pantas mendapatkan tim yang berbeda.”

Tare menyebut satu-satunya hal positif saat ini adalah Milan masih memiliki peluang menentukan nasib sendiri dalam perebutan posisi empat besar.

“Kami harus menganalisis dengan hati-hati apa yang terjadi malam ini dan dalam enam atau tujuh pekan terakhir. Kami harus fokus mencapai target yang sangat penting ini.”

Menurut Tare, Milan sebenarnya menjalani sebagian besar musim dengan baik sebelum mengalami penurunan performa dalam satu setengah bulan terakhir.

“Kami menjalani 10 bulan yang sangat bagus, lalu satu setengah bulan terakhir berjalan di luar ritme.”

“Tim Sedang Tidak Tenang”

Tare juga menanggapi aksi protes suporter yang kembali terjadi untuk ketiga kalinya dalam tiga musim terakhir.

Menurut dia, kritik dari fans merupakan sesuatu yang wajar melihat situasi klub.

“Para fans punya hak untuk melakukan protes. Pendapat mereka sangat penting,” kata Tare.

“Saat ini saya melihat ada masalah mental. Tim tidak berada dalam kondisi tenang dan mereka kehilangan ketenangan yang sebelumnya kami miliki dalam beberapa bulan terakhir.”

Ia menambahkan bahwa kegagalan Milan bersaing dalam perebutan gelar juga memengaruhi kondisi psikologis skuad.

“Sejak kami keluar dari persaingan perebutan posisi pertama, jarak dengan tim-tim lain sedikit mengurangi sesuatu dari diri kami.”

Kiat Jaga Konsentrasi Tim

Tare menegaskan manajemen dan staf pelatih kini fokus menjaga konsentrasi tim menjelang dua laga terakhir musim ini.

Ia mengungkapkan bahwa Milan bahkan mempertimbangkan menggelar pemusatan latihan tertutup untuk membangun kembali fokus pemain.

“Kami sudah berbicara kepada tim bahwa semua yang terjadi di sekitar kami tidak boleh menguras energi mereka. Kami harus tetap fokus,” ujar Tare.

“Reaksi para pemimpin tim setelah pertandingan sudah tepat. Sekarang kami harus mengubah kata-kata menjadi tindakan.”

Menurut dia, laga berikutnya akan menjadi momen penting bagi Milan dalam menjaga peluang menuju target musim ini.

“Mungkin kami akan pergi bersama lebih awal untuk melakukan ritiro dan menganalisis semua hal yang kami butuhkan demi mencapai apa yang kami inginkan.”

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang