Krisis AC MIlan Bisa Tendang Allegri, Tare, Furlani, dan Ibrahimovic
AC Milan dikabarkan di ambang "revolusi". Sejumlah nama penting seperti Massimiliano Allegri, Igli Tare, Giorgio Furlani, dan Zlatan Ibrahimovic berpotensi pergi.
Setelah hanya mengumpulkan tujuh poin dari delapan pertandingan terakhir, posisi AC Milan di Liga Italia Serie A kini turun ke peringkat keempat.
Posisi AC Milan di empat besar alias zona Liga Champions sama sekali belum aman. Perolehan 67 poin mereka kini disamai oleh AS Roma di peringkat kelima.
AC Milan juga cuma berjarak dua poin dari Como 1907 yang bertengger di peringkat enam klasemen Liga Italia.
AC Milan Jalani Ritiro
Untuk mengatasi krisis performa, skuad Milan akan mengikuti ritiro alias pemusatan latihan intensif di kamp latihan Milanello mulai Kamis (14/5/2026).
Ritiro ini jadi bentuk sanksi atas performa buruk tim, sekaligus cara untuk menyatukan kembali tim dan mengembalikan fokus untuk pertandingan berikutnya melawan Genoa.
Namun, masalah tidak hanya terjadi di lapangan. Laporan media Italia menyebutkan adanya ketegangan besar di internal klub.
Pelatih Massimiliano Allegri dan Direktur Olahraga Igli Tare dikabarkan akan meninggalkan klub.
Sementara status Zlatan Ibrahimovic (Penasihat Senior) dan Giorgio Furlani (CEO) juga dalam tanda tanya.
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, berbicara dalam konferensi pers usai laga Arsenal vs AC Milan di National Stadium Singapura, 23 Juli 2025.
Isu Ketegangan Allegri dan Ibrahimovic
Konflik antara Allegri dan Ibrahimovic, yang merupakan penasihat senior klub, dikabarkan menjadi salah satu penyebab ketidakstabilan ini.
Sebuah petisi online yang dibuat fan untuk memecat CEO Giorgio Furlani telah mendapatkan lebih dari 50.000 tanda tangan. Hal tersebut menambah tekanan bagi manajemen klub.
Igli Tare yang baru setahun menjabat juga diyakini tidak akan bertahan musim depan. Tony D’Amico menjadi kandidat utama penggantinya.
D’Amico, yang saat ini menjadi CEO Atalanta, dikabarkan siap pergi setelah mendapat tawaran dari klub-klub besar.
Sementara itu, posisi Furlani dan Ibrahimovic juga tidak sekuat beberapa minggu lalu, terutama setelah kekalahan 2-3 dari Atalanta yang memicu protes keras dari ultras Milan.
Jika D’Amico resmi bergabung, kemungkinan besar dia akan diberikan wewenang lebih besar yang dapat mengurangi pengaruh Furlani dan Ibrahimovic dalam klub.
Namun, ada juga pandangan yang menyatakan Ibrahimovic justru bisa memperkuat posisinya dengan memanfaatkan dukungan suporter, yang berpotensi mengurangi peran Furlani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang