Gula Susu Laktosa Vs Gula Tambahan Sukrosa, Mana yang Lebih Baik?
Gula susu sering dianggap sama dengan gula tambahan yang perlu dibatasi konsumsinya. Faktanya, ada perbedaan antara gula alami dan gula tambahan dalam produk susu yang bisa dikenali lewat nama jenis gula pada kemasan susu.
"Susu itu sebenarnya mengandung gula alami namanya laktosa. Nah, itu sangat alami ya. Jadi bukan gula tambahan," kata dokter sekaligus ahli gizi Vrischika "Chika" Chabella usai konferensi pers susu Hometown Artisan Dairy di Mal Summarecon Serpong, Tangerang, Rabu (6/5/2026).
Gula susu vs gula tambahan sukrosa, mana yang lebih baik?
Bisa dilihat dari indeks glikemiks
Dokter sekaligus ahli gizi Vrischika Chabella saat ditemui media usai konferensi pers susu Hometown Artisan Dairy di Mal Summarecon Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (6/5/2026).
Laktosa merupakan gula alami yang ditemukan dalam susu dan terdiri dari dua gula sederhana, yakni glukosa dan galaktosa.
Sementara itu, gula tambahan dalam susu disebut sebagai sukrosa alias gula pasir yang juga umum digunakan dalam berbagai makanan dan minuman.
Gula alami berfungsi memberikan rasa manis pada susu, serta memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan dengan gula tambahan.
Tingkat indeks glikemik yang rendah pada laktosa membuat gula susu cenderung lebih lambat dicerna dan aman.
Berbanding terbalik dengan gula tambahan atau sukrosa yang dapat meningkatkan gula darah lebih cepat.
"Nah, kalau misalnya gula tambahan itu bentuknya udah beda, strukturnya udah beda. Gimana kita cerna di dalam tubuh pun juga beda. Nah, itu yang bisa meningkatkan resiko kesehatan di jangka panjang," jelas Chika.
Adakah batas konsumsi gula susu?
Benarkah gula susu laktosa lebih baik dibanding gula tambahan sukrosa? Simak penjelasan dari ahli gizi.
Meski tergolong gula alami, laktosa tetap perlu dikonsumsi dalam batas wajar dan tidak dianjurkan secara berlebihan.
Berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, batas konsumsi gula maksimal sebanyak 50 gram atau empat sendok makan gula per orang per hari.
Menurut Chika, asupan laktosa atau gula susu juga tetap perlu diperhitungkan dalam total konsumsi gula harian.
"Ya, sebenarnya memang termasuk (dalam porsi gula harian). Kalau misalnya di panduan konsumsi gula itu enggak boleh lebih dari 25-30 gram per hari dan ini angkanya juga berbeda tergantung sama siapa yang minum," terang Chika.
Hal tersebut secara khusus bagi pengidap kencing manis atau diabetes tipe 2 yang harus membatasi konsumsi gula harian.
Chika tidak menyebut seberapa banyak jumlah susu yang perlu dikonsumsi setiap hari, baik untuk anak-anak maupun dewasa.
Ia mengingatkan bahwa susu bisa dikonsumsi dalam porsi secukupnya dan dianggap sebagai pelengkap atau suplemen, setelah makanan utama yang dibutuhkan tubuh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang