Laga Persib vs Persija Banyak Terhenti, Mauricio Souza Kritik Tambahan Waktu Cuma 4 Menit
Kekecewaan jelas tergambar dari raut wajah Mauricio Souza usai Persija Jakarta gagal mencuri poin dari kandang Persib Bandung. Duel panas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu 11 Januari 2026, berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 bagi Macan Kemayoran pada pekan ke-17 Super League 2025/2026.
Persija datang dengan ambisi besar untuk membawa pulang hasil positif. Namun, atmosfer pertandingan yang memanas sejak menit awal membuat laga berjalan jauh dari ritme ideal. Intensitas duel yang tinggi memicu banyak pelanggaran, memaksa pertandingan kerap terhenti dan sulit mengalir.
Situasi tersebut menjadi catatan utama Souza dalam evaluasinya. Pelatih asal Brasil itu menilai alur permainan tidak pernah benar-benar terbentuk karena terlalu sering terpotong oleh pelanggaran dan benturan antarpemain. Kondisi ini membuat rencana permainan kedua tim sulit dijalankan secara optimal.
“Pertandingan banyak berhenti dan kita tidak melihat tim dengan bola,” ujar Souza kepada awak media dalam konferensi pers seusai laga.
Menurutnya, ritme yang terus terputus bukan hanya mengganggu tempo, tetapi juga menurunkan kualitas pertandingan secara keseluruhan. Ia menyebut banyak pemain di lapangan memiliki kemampuan teknis yang baik, namun tidak mendapatkan ruang untuk mengekspresikannya secara maksimal.
Selain soal ritme, Souza juga menyoroti keputusan wasit terkait waktu tambahan pada akhir babak kedua. Ia merasa durasi yang diberikan tidak sebanding dengan banyaknya waktu yang terbuang sepanjang pertandingan.
Beberapa kali laga harus dihentikan akibat pelanggaran dan kontak fisik keras. Dalam situasi seperti itu, Souza menilai tambahan waktu seharusnya lebih panjang dari yang diberikan.
“Waktu tambahan di akhir babak kedua hanya diberi empat menit,” ucap mantan pelatih Madura United tersebut.
Ia menambahkan bahwa gangguan yang terlalu sering membuat fokus pemain menurun. Dampaknya, kedua tim kesulitan membangun permainan yang rapi meski memiliki pemain dengan kualitas teknik mumpuni.
“Dari dua tim tidak bisa fokus lagi di pertandingan. Teknik ya banyak pemain di dalam lapangan bagus,” sambungnya.
Di luar faktor eksternal tersebut, Souza tetap mengakui bahwa Persija tidak tampil sempurna. Ia menyebut timnya lengah pada momen awal pertandingan, sebuah kesalahan yang langsung dimanfaatkan Persib.
Serangan balik cepat Maung Bandung berbuah gol, sekaligus menjadi pembeda dalam laga tersebut. Setelah unggul, Persib tampil disiplin dan solid dalam menjaga pertahanan hingga peluit akhir dibunyikan.
“Persib tim yang bertahan dengan baik. Mereka memanfaatkan serangan balik,” pungkas Souza.