Sidang Ulang Kematian Maradona Dimulai, 7 Tenaga Medis Terancam Penjara
Persidangan ulang kasus kematian Diego Maradona bergulir. Sebanyak 7 tenaga medis terancam hukuman atas tuduhan kelalaian yang menyebabkan kematian.
Persidangan ulang kasus kematian legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona, resmi dimulai pada Selasa (14/4/2026) di San Isidro.
Sebelumnya, proses hukum dibatalkan akibat skandal yang melibatkan salah satu hakim.
Sidang ini kembali membuka penyelidikan atas wafatnya Maradona, legenda sepak bola Argentina yang meninggal dunia pada November 2020 dalam usia 60 tahun.
Maradona wafat saat menjalani masa pemulihan usai operasi otak di kediaman pribadinya.
Maradona diketahui meninggal akibat gagal jantung yang disertai edema paru akut.
Edema paru yaitu kondisi penumpukan cairan di paru-paru, yang terjadi hanya dua pekan setelah tindakan operasi dilakukan.
Fokus utama persidangan ini adalah menilai tanggung jawab tim medis yang menangani perawatan Maradona selama masa pemulihan di kawasan Tigre, pinggiran Buenos Aires.
Perawatan tersebut disebut jaksa berlangsung dengan kelalaian serius.
Sebanyak tujuh tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, psikolog, dan perawat didakwa atas tuduhan pembunuhan dengan kemungkinan unsur kesengajaan.
Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona bersama dokternya, Leopoldo Luque.Maradona meninggal pada Rabu (25/11/2020) setelah mengalami gagal jantung.
Tujuh Tenaga Medis Terancam Hukuman
Mereka dinilai tetap menjalankan tindakan yang disadari berisiko menyebabkan kematian.
Menurut laporan media Argentina EFE, tujuh tenaga kesehatan yang tharus hadir di pengadilan pada hari Selasa adalah ahli bedah saraf dan dokter umum Maradona, Leopoldo Luque.
Lalu ada psikiater Agustina Cosachov; psikolog Carlos Diaz, dokter dan koordinator perusahaan medis swasta Swiss Medical, Nancy Forlini, dokter Pedro Di Spagna, koordinator keperawatan Mariano Perroni, dan perawat Ricardo Almiron.
Jika terbukti bersalah, para terdakwa terancam hukuman penjara dengan rentang antara delapan hingga 25 tahun.
Persidangan pertama yang telah berjalan selama dua setengah bulan sebelumnya harus dihentikan pada Mei 2025.
Hakim Julieta Makintach terlibat dalam proyek dokumenter terkait kasus tersebut, sehingga dinilai melanggar etika peradilan.
Akibat temuan tersebut, proses hukum dinyatakan tidak sah dan Makintach kemudian diberhentikan dari jabatannya.
Libatkan 120 Saksi
Dalam persidangan ulang ini, sekitar 120 saksi dijadwalkan memberikan kesaksian guna membantu pengadilan menentukan apakah tim medis bertanggung jawab atas kematian Maradona.
Sejumlah saksi, termasuk anggota keluarga Maradona, sebelumnya telah memberikan kesaksian emosional dalam sidang yang akhirnya dibatalkan tersebut.
Pihak pembela tetap berpegang pada argumen bahwa kematian Maradona murni disebabkan oleh kondisi alami, mengingat riwayat kesehatan sang legenda yang kompleks.
Pengacara psikiater Agustina Cosachov, yakni Vadim Mischanchuk, menegaskan tidak ada unsur kriminal dalam kasus ini.
“Jika ada satu hal yang sudah dipastikan, itu adalah tidak adanya rencana kriminal jahat untuk membunuh Maradona, dan siapa pun yang tetap menyatakan hal itu bersikap kejam terhadap keluarga dan para terdakwa,” ujarnya kepada Radio Con Vos.
Persidangan ulang kematian Maradona ini diperkirakan akan berlangsung hingga Juli mendatang.
Dalam sebuah wawancara Desember lalu, putri Maradona, yakni Jana Maradona, ingin kasus ini diungkap tuntas.
"Saya ingin persidangan diselesaikan dan kebenaran terungkap, tidak lebih dan tidak kurang," Jana dilansir dari Marca.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang