Mikel Arteta usai Arsenal Dipecundangi Bournemouth: Kami Jauh dari Level yang Seharusnya!
Arsenal tersandung di momen yang paling tidak ideal. Saat perburuan gelar Liga Inggris 2025/2026 memasuki fase penentuan, The Gunners justru dipaksa menelan kekalahan menyakitkan 1-2 dari Bournemouth di Stadion Emirates, Sabtu malam WIB, dalam hasil yang membuat tekanan terhadap pasukan Mikel Arteta melonjak drastis.
Kekalahan di kandang sendiri itu bukan sekadar kehilangan tiga poin. Bagi Arteta, hasil tersebut adalah tamparan keras yang bisa mengguncang momentum Arsenal dalam perebutan trofi Premier League musim ini.
“Ini sangat mengecewakan, rasanya seperti pukulan telak di wajah,” kata Arteta, dikutip dari laman resmi Arsenal.
Meski terpukul, pelatih asal Spanyol itu menegaskan timnya tak boleh larut dalam kekecewaan. Menurutnya, Arsenal kini berada dalam fase di mana setiap pertandingan memiliki bobot layaknya final.
“Sekarang yang penting adalah bagaimana kami merespons. Perebutan gelar masih berjalan. Kami butuh semangat besar, daya juang tinggi, dan pendekatan yang sangat jelas dalam setiap pertandingan,” ujarnya.
Arsenal sejatinya tampil dominan sejak menit awal dan menguasai jalannya laga. Namun Bournemouth justru lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Tim tamu membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-17 lewat Eli Junior Kroupi yang sigap menyambar bola liar di dalam kotak penalti.
Gol tersebut membuat Arsenal tertekan, tetapi tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-35. Wasit menunjuk titik putih setelah Ryan Christie melakukan handball di area terlarang. Viktor Gyokeres yang dipercaya menjadi algojo sukses menuntaskan tugasnya dan mengubah skor menjadi 1-1.
Momentum sempat berpihak kepada Arsenal setelah jeda. Mereka terus menggempur pertahanan Bournemouth dan bahkan sempat mencetak gol kedua melalui Gyokeres, tetapi dianulir karena offside.
Alih-alih berbalik unggul, Arsenal justru kembali dihukum akibat kelengahan di lini belakang. Bournemouth melancarkan serangan balik cepat pada menit ke-74, yang diselesaikan dengan baik oleh Alex Scott usai menerima umpan Evanilson.
Arsenal berupaya membalas di sisa waktu pertandingan, tetapi sederet peluang gagal berbuah gol. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Bournemouth tetap bertahan.
Arteta tak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim. Ia menilai Arsenal tampil jauh di bawah standar, terutama dalam aspek-aspek mendasar permainan.
“Kami jauh dari level yang seharusnya kami tunjukkan. Terutama di area-area krusial saat menghadapi tim seperti Bournemouth,” ujar Arteta.
“Mereka sangat jelas dalam pendekatan mereka. Dan kami melakukan hal-hal mendasar dengan sangat buruk.”
Hasil ini membuat Arsenal tetap di puncak klasemen sementara dengan 70 poin dari 32 pertandingan. Namun posisi mereka kini jauh dari aman. Manchester City yang berada di peringkat kedua memang tertinggal sembilan poin, tetapi tim asuhan Pep Guardiola masih memiliki dua laga lebih sedikit.
Artinya, apabila City mampu menyapu bersih laga simpanan mereka, selisih poin bisa terpangkas drastis dan tekanan terhadap Arsenal akan semakin besar.
Situasi tersebut membuat aroma kegagalan mulai kembali menghantui Arsenal, yang dalam beberapa musim terakhir beberapa kali kehilangan momentum di fase akhir kompetisi.
Namun Arteta menolak berbicara soal kepanikan. Ia menegaskan timnya harus segera bangkit karena tantangan lebih besar sudah menanti.
“Kami harus menerima kekalahan ini, bangkit, dan menunjukkan reaksi yang berbeda. Tidak ada alasan. Tidak ada ruang untuk kesalahan lagi,” tegasnya.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi hasil besar bagi Bournemouth. Tim asuhan Andoni Iraola naik ke posisi kesembilan klasemen dengan 45 poin dan kini hanya terpaut satu angka dari zona kompetisi Eropa.