Kampus Jadi Ruang Diskusi Masa Depan

Acara Unika Atma Jaya dan Universitas Indonesia
Acara Unika Atma Jaya dan Universitas Indonesia

 Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang terus berlangsung, kampus dinilai tetap memiliki peran penting sebagai ruang dialog untuk membahas berbagai isu publik secara terbuka dan konstruktif.

Pandangan itu mengemuka dalam Forum Semanggi #4 yang digelar Atma Jaya Institute of Public Policy (IPP) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya bekerja sama dengan Departemen Sosiologi dan Asia Research Centre Universitas Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Semanggi tersebut menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri untuk membahas perkembangan demokrasi, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.

Direktur Eksekutif IPP Unika Atma Jaya, Salvatore Simarmata, mengatakan forum tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas ruang diskusi publik agar masyarakat dapat memahami berbagai perkembangan sosial dan politik secara lebih komprehensif.

"Forum ini kami selenggarakan untuk melihat lebih jelas berbagai perkembangan yang terjadi sehingga kita dapat memahami persoalan-persoalan publik dengan lebih baik," ujarnya, dikutip Senin 8 Juni 2026.

Menurut Salvatore, diskusi akademik menjadi salah satu sarana penting untuk mempertemukan beragam pandangan dan perspektif dalam melihat berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Forum Semanggi #4 menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka, antara lain Professor of Asian Studies University of Melbourne, Vedi R. Hadiz, Emeritus Professor Murdoch University Richard Robison, serta Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia Francisia Saveria Sika Ery Seda.

Dalam kesempatan tersebut, para pembicara membahas perkembangan politik Indonesia setelah lebih dari dua dekade Reformasi serta berbagai dinamika yang menyertainya. Namun pembahasan tidak hanya berfokus pada masa lalu, melainkan juga bagaimana masyarakat dapat memahami perubahan yang terjadi secara lebih utuh.

Vedi menjelaskan bahwa buku terbarunya merupakan pengembangan dari kajian yang pernah diterbitkan pada 2004. Menurutnya, perkembangan Indonesia dalam dua dekade terakhir menghadirkan banyak dinamika baru yang menarik untuk dipelajari.

"Buku ini merupakan upaya untuk memperbarui analisis mengenai perubahan politik Indonesia dan berbagai dinamika yang berkembang setelah Reformasi," kata Vedi.

Sementara itu, Richard Robison menilai perjalanan Reformasi telah menghadirkan berbagai perubahan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mulai dari perubahan konstitusi, sistem politik, hingga pelaksanaan desentralisasi yang menjadi bagian dari perkembangan demokrasi Indonesia saat ini.

"Perubahan besar memang telah terjadi, dan sebagian capaian Reformasi tetap menjadi bagian penting dari kehidupan demokrasi Indonesia hingga saat ini," tuturnya.

Senada dengan itu, Francisia menekankan pentingnya melihat perkembangan politik Indonesia dalam rentang waktu yang panjang agar berbagai perubahan dapat dipahami secara lebih menyeluruh.

"Perkembangan politik Indonesia perlu dipahami dalam perspektif yang lebih panjang dan komprehensif agar kita dapat melihat berbagai perubahan yang terjadi secara lebih utuh," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Departemen Sosiologi Universitas Indonesia, Indera Ratna Irawati Pattinasarany, juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara perguruan tinggi dalam penyelenggaraan forum tersebut. Menurutnya, ruang diskusi akademik yang terbuka dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan memperkaya wawasan masyarakat.

"Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan ruang diskusi akademik yang bermanfaat bagi berbagai kalangan," ujarnya.