Ole Romeny Jadi Sorotan usai Lawan Bulgaria, Bung Ropan: Lini Depan Timnas Perlu Tambahan Amunisi

Bung Ropan puji Timnas Indonesia walaupun kalah dari Bulgaria
Bung Ropan puji Timnas Indonesia walaupun kalah dari Bulgaria

 Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series 2026 tetap menyisakan banyak catatan positif. Pengamat sepak bola nasional, Bung Ropan, menilai permainan skuad Garuda justru menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama dalam hal keberanian bermain dan penguasaan bola.

Menurut Bung Ropan, Indonesia bahkan mampu mengontrol permainan di babak kedua dan membuat Bulgaria lebih banyak bertahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau kita lihat di babak kedua, kita mengontrol permainan. Ini bagus, sudah rapi dan impresif cara main kita,” kata Bung Ropan dikutip YouTube Bung Ropan.

Ia menambahkan, kemampuan Indonesia menekan Bulgaria menjadi bukti bahwa kualitas permainan Timnas mulai meningkat meski peringkat FIFA masih berada di bawah lawan.

“Jika tim seperti Bulgaria dipaksa untuk bertahan dan mereka hanya melakukan counter attack sepanjang babak kedua, ini menandakan pemain-pemain kita memang sudah oke,” ujar Bung Ropan.

Dalam laga ini, Ole Romeny menjadi sorotan utama. Penyerang yang bermain di klub Oxford United itu dinilai sebagai pemain paling menonjol di lini depan Timnas Indonesia saat ini.

“Ole memang sangat menonjol di depan. Kita wajib memberikan acungan jempol untuk permainannya,” tegas Bung Ropan.

Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny

Meski demikian, Bung Ropan menegaskan bahwa Timnas Indonesia masih membutuhkan tambahan striker untuk menambah daya gedor di lini depan. Ia menyebut hal ini harus menjadi perhatian PSSI karena saat ini Indonesia baru memiliki satu penyerang yang benar-benar menonjol, sehingga masih diperlukan tambahan pemain depan untuk memperkuat lini serang.

Selain lini depan, Bung Ropan juga menyoroti pentingnya regenerasi di lini tengah, terutama karena ketergantungan terhadap Thom Haye masih cukup besar. Tanpa Thom Haye, menurutnya, lini tengah Indonesia terlihat kurang terorganisasi sehingga perlu disiapkan pemain pengganti untuk jangka panjang.

Bung Ropan juga menilai sentuhan pelatih John Herdman mulai terlihat meski waktu persiapan tim sangat singkat. Ia menilai pelatih asal Kanada tersebut sudah mampu memberikan taktik dan skema permainan yang membuat permainan Timnas Indonesia lebih rapi.

Ia pun optimistis jika perkembangan ini terus berlanjut, Timnas Indonesia berpeluang tampil lebih baik di turnamen besar mendatang, termasuk Piala Asia, jika proses perkembangan tim terus berjalan.

Jalannya Pertandingan

Sejak peluit pertama dibunyikan, Indonesia tampil tanpa rasa takut. Mengandalkan lebar lapangan, Jay Idzes dan kawan-kawan mencoba membongkar pertahanan Bulgaria. Namun, Bulgaria yang bermain pragmatis dengan pertahanan low block sangat disiplin dalam memutus alur bola Indonesia sebelum masuk ke kotak penalti.

Petaka bagi Indonesia datang di menit ke-35. Wasit Nazmi Nasaruddin meninjau Video Assistant Referee setelah terjadi kontak antara Kevin Diks dan Zdravko Dimitrov di area terlarang. Hasil tinjauan menyatakan Diks melakukan pelanggaran. Marin Petkov yang maju sebagai eksekutor sukses menyarangkan bola ke sisi kanan gawang yang gagal dihalau Emil Audero. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Upaya di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, John Herdman melakukan penyegaran dengan memasukkan Ivar Jenner, Elkan Baggott, hingga Eliano Reijnders. Indonesia terus mengurung pertahanan lawan. Peluang emas sempat lahir dari sundulan Elkan Baggott memanfaatkan lemparan ke dalam Kevin Diks, namun bola berhasil disapu pemain lawan di garis gawang.

Nasib sial kembali menghampiri Indonesia pada menit ke-72 saat tendangan cungkil Ole Romeny hanya menerpa mistar gawang. Begitu pula di pengujung laga, tembakan Rizky Ridho yang sempat ditepis kiper Dimitar Mitov kembali membentur mistar.

“Ada dua kesempatan di mana kita hampir membuat gol, hanya saja Bulgaria terbantu mistar gawang,” ujar Bung Ropan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk keunggulan Bulgaria tetap tidak berubah. Statistik menunjukkan Indonesia tampil dominan, namun kedisiplinan lini belakang Bulgaria menjadi kunci kemenangan tim tamu.

Susunan Pemain

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indonesia: Emil Audero; Kevin Diks, Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, Calvin Verdonk; Nathan Tjoe-A-On (Elkan Baggott 58'), Joey Pelupessy, Ragnar Oratmangoen (Eliano Reijnders 58'); Ole Romeny, Ramadhan Sananta (Ivar Jenner 46'). Pelatih: John Herdman

Bulgaria: Dimitar Mitov; Teodor Ivanov, Andrian Kraev, Zdravko Dimitrov, Filip Krastev; Petko Hristov, Marin Petkov, Martin Minchev, Martin Georgiev; Dimitar Velkovski, Christian Stoyanov. Pelatih: Aleksandar Dimitrov