Sulam Tato Makin Populer, Ini yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Coba
Industri kecantikan di Indonesia terus berkembang, termasuk tren sulam tato yang kini semakin dikenal luas oleh masyarakat. Tak sekadar soal estetika, teknik ini juga menjadi solusi praktis bagi banyak orang untuk menunjang penampilan sehari-hari.
Namun, masih banyak yang belum benar-benar memahami apa itu sulam tato dan bagaimana prosesnya dilakukan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Menurut Jane Razell, Wakil Ketua sekaligus Founder Perkumpulan Industri Sulam Tato Indonesia (PISTI), sulam tato memiliki perbedaan mendasar dibandingkan tato pada umumnya.
“Jadi sulam tato itu, kalau misalkan yang orang sudah banyak tahu kan tato badan pasti banyak sudah tahu, tapi kalau kita pengerjanya itu di wajah, cuma tekniknya lebih ringan dan tidak berdarah juga saat pengerjaan,” jelasnya di acara Peresmian dan Edukasi Profesi Sulam Tato Indonesia di Jakarta, Rabu 1 April 2026.

Ia menambahkan bahwa teknik yang digunakan dalam sulam tato jauh lebih ringan karena tidak dilakukan sedalam tato biasa. Hal ini membuat hasilnya lebih natural dan tidak menyebar.
“Jadi tinta yang dipakai berbeda, itu pasti lebih aman, dan pengerjanya juga lebih ringan, tidak sedalam tato, supaya warnanya juga tidak migrasi,” lanjutnya.
Berbeda dengan tato permanen, hasil sulam tato bersifat semi permanen dan dapat memudar seiring waktu. Proses pengerjaannya pun mengedepankan aspek kebersihan dan keamanan.
“Jadi prosesnya itu pun pengerjaanya jauh lebih higienis juga, ada standar-standar yang harus dilakukan, dan produk jarum yang dipakai juga sekali buang,” katanya.
Bukan Cuma Alis, Ini Jenis-jenis Sulam Tato
Selama ini, sulam tato sering identik dengan alis. Padahal, teknik ini juga bisa diterapkan pada beberapa area wajah lainnya.
“Ada alis, bibir, eyeliner (jenis sulam tato),” ujar Jane.
Khusus untuk alis, pilihannya pun beragam dan bisa disesuaikan dengan preferensi masing-masing.
“Dan sebenarnya untuk alis pun banyak jenisnya. Jadi misalkan mau yang kayak powder, kayak shading, ada yang garis-garis, alami, kayak bulu-bulu. Jadi itu semua ada art-nya juga,” jelasnya.
Teknik eyeliner pun juga bisa dilakukan dengan metode sulam, memberikan tampilan mata yang lebih tegas tanpa perlu riasan harian.
Berapa Lama Hasilnya Bertahan?
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah soal ketahanan hasil sulam tato. Menurut Jane, durasinya bisa berbeda-beda tergantung beberapa faktor.
“Biasanya sih bisa 2 tahun, 3 tahun, tergantung pengerjaan sedalam apa dan warnanya dipakai, konsistensinya seperti apa, karena ada beberapa macamnya,” ujarnya.
Agar hasilnya tetap bertahan lebih lama, perawatan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
“Biasanya kalau misalkan untuk menjaga supaya dia awet itu jangan kena laser, jangan kena peeling, krim muka, eksfoliasi,” tambahnya.
Pentingnya Analisis Kulit Sebelum Tindakan
Sebelum melakukan sulam tato, analisis kondisi kulit menjadi tahap yang tidak boleh dilewatkan. Hal ini bertujuan untuk menentukan teknik yang paling sesuai.
“Ada (analisis jenis kulit). Jadi nanti member kita akan diajarkan untuk memilih, kayak misalkan menganalisa kulit seperti apa, jadi cocoknya teknik apa, jadi enggak boleh sembarang dikerjakan,” jelas Jane.
Industri yang Kian Tumbuh dan Terorganisir
Seiring meningkatnya minat masyarakat, industri sulam tato di Indonesia juga mulai bergerak ke arah yang lebih profesional. Hal ini ditandai dengan diresmikannya Perkumpulan Industri Sulam Tato Indonesia (PISTI) pada 1 April 2026 di Jakarta.
Organisasi ini dibentuk untuk mewadahi para praktisi sekaligus mendorong standar profesi yang lebih jelas, mulai dari kompetensi hingga aspek keamanan dan higienitas.
PISTI juga diharapkan dapat membuka jalan bagi sertifikasi profesi serta memperkuat ekosistem industri melalui edukasi dan pelatihan.