Fantasy Lip Art Jadi Tren 2026, Lipstik Warna Berani Makin Populer

fantasy lip art, makeup bibir, tren kecantikan, Fantasy Lip Art Jadi Tren 2026, Lipstik Warna Berani Makin Populer, Tren makeup bergeser dari natural ke ekspresif, Dipengaruhi nostalgia dan tren maksimalis, Tampil di runway hingga panggung hiburan, Banyak orang makin berani bereksperimen dengan makeup, Cara mencoba tren fantasy lip art

Tampilan bibir dengan warna mencolok dan detail artistik kini semakin sering muncul di media sosial hingga runway fashion.

Tren ini dikenal sebagai fantasy lip art, yaitu gaya makeup bibir dengan kombinasi warna kontras, efek metalik, hingga sentuhan berkilau.

Mengutip Allure (24/3/2026), tren ini mulai mendominasi di tengah popularitas gaya natural yang sebelumnya banyak diminati.

Tren makeup bergeser dari natural ke ekspresif

Selama beberapa waktu terakhir, gaya clean girl dengan tampilan natural mendominasi tren kecantikan di media sosial.

Namun, tren tersebut kini mulai bergeser ke arah yang lebih berani dan ekspresif.

Fantasy lip art hadir sebagai bentuk makeup yang lebih bebas, tidak lagi hanya menonjolkan kesan natural, tetapi juga kreativitas.

Makeup artist Alexandra French menyebut pergeseran ini sebagai perubahan arah tren yang cukup jelas.

“Tren ini seperti bergerak ke arah berlawanan dari gaya clean girl,” jelasnya.

Dipengaruhi nostalgia dan tren maksimalis

fantasy lip art, makeup bibir, tren kecantikan, Fantasy Lip Art Jadi Tren 2026, Lipstik Warna Berani Makin Populer, Tren makeup bergeser dari natural ke ekspresif, Dipengaruhi nostalgia dan tren maksimalis, Tampil di runway hingga panggung hiburan, Banyak orang makin berani bereksperimen dengan makeup, Cara mencoba tren fantasy lip art

Ilustrasi makeup bibir. Gaya lipstik dengan warna kontras dan detail artistik semakin sering muncul di media sosial dan runway.

Tren ini tidak muncul tanpa alasan, tetapi dipengaruhi oleh gaya makeup dari masa lalu yang kembali populer.

Makeup artist Julia Edwards menjelaskan bahwa tren ini berakar pada nostalgia dan keinginan untuk berekspresi.

“Tren ini berakar dari nostalgia masa muda, permainan, dan keinginan untuk mengekspresikan diri,” ujarnya.

Makeup artist Donni Davy juga melihat kemiripan tren ini dengan gaya Y2K dan era 90-an yang penuh warna.

Kombinasi warna berani dan detail artistik menjadi ciri utama dari tren maksimalis yang kembali diminati.

Tampil di runway hingga panggung hiburan

Popularitas fantasy lip art tidak hanya terlihat di media sosial, tetapi juga di panggung fashion dan hiburan.

Pada peragaan Prabal Gurung, model tampil dengan lipstik merah menyala yang dipadukan dengan glitter.

Sementara di Roksanda, kombinasi lipstik merah ceri dengan garis hitam menciptakan tampilan yang tegas dan kontras.

Tren ini juga terlihat pada penampilan Willow Smith yang tampil dengan bibir metalik di runway Dior.

Kehadiran tren ini di berbagai panggung besar menunjukkan bahwa gaya ini tidak lagi sekadar eksperimen, tetapi sudah menjadi bagian dari tren utama.

Banyak orang makin berani bereksperimen dengan makeup

Makeup artist Rowi Singh menyebut semakin banyak orang kini berani mencoba gaya makeup yang tidak biasa.

“Kita berada di masa ketika orang lebih berani mengambil risiko dalam makeup,” ujarnya.

Menurutnya, tren ini berkembang karena adanya keinginan untuk tampil berbeda dan lebih ekspresif.

Keberanian tersebut membuat makeup tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi juga menjadi bentuk eksplorasi diri.

Cara mencoba tren fantasy lip art

Untuk mencoba tren ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Julia Edwards menyarankan untuk mengombinasikan warna yang tidak biasa, seperti biru dengan pink atau hijau dengan abu-abu.

Selain itu, penggunaan shimmer atau glitter dapat memberikan efek yang lebih dramatis pada tampilan bibir.

Lapisan lip gloss juga dapat menambah dimensi dan membuat tampilan terlihat lebih hidup. Dengan kombinasi tersebut, tampilan bibir akan terlihat lebih menarik dan berbeda.

Tren fantasy lip art menunjukkan pergeseran gaya makeup ke arah yang lebih berani dan ekspresif.

Gaya ini tidak hanya soal penampilan, tetapi juga menjadi cara untuk menunjukkan kreativitas dan identitas diri.

Dengan semakin banyak orang yang berani bereksperimen, tren ini diprediksi akan terus berkembang sepanjang 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang