Sering Tertukar, Ini Perbedaan Matcha dan Green Tea yang Wajib Kamu Tahu
Teh hijau Jepang lagi banyak dibicarakan, tetapi masih banyak yang mengira matcha dan green tea adalah hal yang sama, padahal keduanya punya karakter yang sangat berbeda saat diminum.
Bagi pembaca yang suka teh Jepang atau sering pesan minuman berbahan matcha, memahami perbedaannya bisa membantu memilih mana yang cocok dengan selera, entah yang lebih creamy atau yang lebih segar.
Menurut , perbedaan matcha dan green tea tidak hanya soal warna atau rasa, melainkan juga proses sebelum panen, cara menggiling daun, sampai bagaimana tubuh menyerap nutrisinya.
Matcha dibuat dari daun yang di-shading sebelum dipanen, lalu digiling hingga menjadi bubuk halus yang langsung diminum tanpa disaring.
Sementara itu, green tea adalah daun yang diseduh sehingga hanya airnya saja yang diminum.
Hasil akhirnya membuat matcha terasa lebih umami, lembut, dan creamy. Sementara green tea cenderung lebih segar dan sedikit lebih pahit.
Perbedaan bagian daun yang dipakai, cara penyajian, hingga tekstur minuman juga membuat pengalaman meminum kedua teh ini terasa sangat berbeda.
Berdasarkan keterangan para ahli yang dikutip dari Ohayo Jepang, matcha menggunakan daun tencha yang diproses tanpa penggulungan.
Sementara green tea seperti sencha justru digulung untuk mengeluarkan aroma alaminya.
Pilihan bagian daun juga berpengaruh karena matcha hanya memakai helai daun tanpa batang, sementara green tea masih menyertakan sebagian tangkai yang memberi rasa sedikit berbeda.
Matcha diminum utuh sehingga seluruh nutrisinya masuk, sedangkan green tea hanya memberikan hasil seduhan sehingga penyerapannya tidak sebanyak matcha.
Green tea biasanya menggunakan varietas yabukita yang lebih segar dan ringan, sedangkan matcha dibuat dari kultivar khusus yang menghasilkan rasa umami yang lebih kuat.
Bahkan para ahli menegaskan bahwa matcha dan green tea tidak bisa dipertukarkan karena tujuan produksinya pun berbeda sejak awal.
Matcha juga dikenal lebih sering dipakai dalam minuman manis dan kekinian karena rasanya yang lembut dan mudah dipadukan dengan bahan lain.
Sementara itu, green tea umumnya tetap dinikmati sebagai seduhan tradisional sehingga pengalamannya terasa lebih sederhana dan ringan.
Di Jepang, matcha juga dikembangkan dengan fokus pada kualitas rasa dan pengalaman minum, bukan semata-mata karena klaim kesehatan.
Kalau kamu penasaran dengan penjelasan lengkapnya langsung saja baca versi utuhnya di
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.