Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah Memperingati Apa? Ini Perbedaannya

Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah Memperingati Apa? Ini Perbedaannya

Perayaan dalam tradisi Kristiani menjelang Paskah memiliki rangkaian yang saling berkaitan. Tiga di antaranya adalah Kamis Putih, Jumat Agung, dan Hari Paskah.

Ketiga momen ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi satu kesatuan peristiwa penting dalam kisah kehidupan Yesus Kristus.

Setiap hari memiliki makna dan peringatan yang berbeda, mulai dari perjamuan terakhir hingga kebangkitan.

Pemahaman perbedaan ketiganya menjadi penting untuk mengetahui makna yang terkandung dalam masing-masing perayaan.

Lalu, apa bedanya Kamis Putih, Jumat Agung, dan Paskah? 

Apa Itu Kamis Putih?

Dikutip dari laman Gereja Santa Clara, Kamis Putih diperingati sebagai peristiwa perjamuan terakhir Yesus bersama kedua belas rasul-Nya sebelum mengalami penyaliban.

Hari ini jatuh pada Kamis sebelum Minggu Paskah dan juga dikenal sebagai Maundy Thursday.

Dalam peristiwa tersebut, Yesus merayakan Paskah terakhir bersama para murid, yang kemudian menjadi momen penting dalam tradisi gereja.

Salah satu peristiwa utama yang dikenang adalah tindakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai bentuk kerendahan hati dan pelayanan.

Pada momen itu pula, Yesus memerintahkan para pengikut-Nya untuk saling melayani satu sama lain.

Kamis Putih juga menjadi waktu perenungan bagi umat untuk mempersiapkan diri menyambut Jumat Agung dan Paskah.

Dalam tradisi gereja, peringatan ini sering diwujudkan melalui reka ulang Perjamuan Terakhir atau upacara pembasuhan kaki.

Perjamuan Terakhir memiliki akar dalam narasi Injil, di mana roti dan anggur diperkenalkan sebagai simbol tubuh dan darah Yesus.

Pengertian Jumat Agung

Dilansir dari Antara, Jumat (18/4/2025), Jumat Agung merupakan hari untuk mengenang penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Kalvari.

Peringatan ini jatuh pada Jumat terakhir sebelum Paskah dan juga dikenal sebagai Jumat Agung.

Dalam peringatannya, umat Kristiani mengenang pengorbanan Yesus yang rela menderita dan wafat di kayu salib demi menebus dosa manusia.

Peristiwa penyaliban terjadi di Bukit Golgota setelah Yesus ditangkap di Taman Getsemani usai Perjamuan Terakhir.

Yesus kemudian dihadapkan kepada Pontius Pilatus dan dijatuhi hukuman mati dengan cara disalibkan.

Bagi umat Kristiani, wafatnya Yesus bukan sekadar akhir kehidupan, melainkan wujud kasih dan pengorbanan Tuhan.

Karena itu, Jumat Agung dipandang sebagai momen refleksi atas makna pengorbanan, kasih, dan pengampunan.

Pengertian Paskah

Sementara itu, Paskah merupakan perayaan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban.

Paskah diperingati pada hari Minggu dan menjadi puncak dari rangkaian peristiwa Tri Hari Suci.

Alkitab mencatat bahwa setelah wafat, Yesus dimakamkan, lalu bangkit pada hari ketiga.

Paskah melambangkan kemenangan atas kematian serta membawa pesan harapan bagi umat Kristiani.

Berbeda dengan Jumat Agung yang berfokus pada penderitaan, Paskah menekankan pada kebangkitan dan kehidupan baru.

Ketiga perayaan ini saling berkaitan, di mana Kamis Putih menjadi awal, Jumat Agung mengandung makna pengorbanan, dan Paskah sebagai simbol kemenangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang