Netanyahu Perintahkan Hancurkan Rumah Warga di Perbatasan Lebanon Secepat Mungkin

Bangunan di Lebanon hancur akibat serangan Israel
Bangunan di Lebanon hancur akibat serangan Israel

Militer Israel diperintahkan untuk mempercepat penghancuran rumah-rumah warga di desa-desa perbatasan Lebanon guna menetralkan ancaman terhadap komunitas Israel, dengan mengacu pada preseden yang diterapkan di Beit Hanoun dan Rafah di Jalur Gaza.

Kepala Pertahanan Israel Katz juga menyatakan telah memerintahkan militer untuk segera menghancurkan seluruh jembatan yang melintasi Sungai Litani di Lebanon, yang menurut laporan dimanfaatkan oleh kelompok Hizbullah untuk memindahkan senjata.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan saya telah menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk segera menghancurkan semua jembatan di atas Sungai Litani guna mencegah pergerakan pejuang dan senjata Hizbullah bergerak ke arah selatan,” kata Katz, Minggu, 22 Maret 2026.

Sebelumnya pada pekan ini, IDF telah melakukan serangan terhadap dua penyeberangan Sungai Litani yang menghubungkan Lebanon selatan dengan wilayah lain di negara tersebut.

Menurut militer, jembatan tersebut digunakan untuk pengiriman senjata.

Pada awal Maret, Hizbullah kembali melanjutkan operasi militer aktif terhadap Israel setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai respons, militer Israel melancarkan serangan intensif ke pinggiran selatan Beirut serta puluhan kota dan desa di Lebanon bagian selatan dan timur.

Menurut data resmi, sedikitnya 826 orang tewas, lebih dari 2.000 lainnya terluka, dan lebih dari 800.000 warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka di sejumlah wilayah di Lebanon. (Ant)