Amalan-amalan Sebelum Berangkat Salat Idul Fitri, Sepele Tapi Bermakna

Ilustrasi salat.
Ilustrasi salat.

Suasana pagi Idul Fitri selalu terasa istimewa karena takbir berkumandang dan umat Islam berbondong-bondong menuju masjid untuk menunaikan salat Isebagai puncak kemenangan setelah sebulan berpuasa. Di tengah momen sakral ini, ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum berangkat menunaikan salat di Hari Raya Lebaran.

Meski sebagain umat Muslim sudah mengetahui, namun terkadang kerap khilaf dan terlewat mengerjakan sunnah ini. Padahal, amalan-amalan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi diri sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip NU Online pada Sabtu, 21 Maret 2026, setidaknya ada tiga amalan yang dianjurkan dilakukan umat Muslim sebelum berangkat salat Idul Fitri. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu‘ Syarhul Muhadzdzab yang dikutip dalam tulisan Ustadz Hengki Ferdiansyah berjudul Tiga Amalan Sunah Sebelum Shalat Id. Scroll ke bawah untuk informasi lengkapnya, ya!

1. Makan 

Ilustrasi buka puasa

Amalan pertama adalah makan sebelum berangkat shalat Idul Fitri, meskipun hanya sedikit. Makanan yang disunahkan untuk dikonsumsi seperti kurma sebanyak bilangan ganjil. 

Imam As-Syafi’i mendorong umat Islam untuk makan, meskipun dalam perjalanan atau bahkan ketika sampai di lokasi salat Id. Ia menjelaskan, "Bila dia belum makan, kami meminta mereka makan pada saat dalam perjalanan ke masjid ataupun ketika sampai di masjid jika memungkinkan. Tidak ada dosa bagi orang yang tidak makan sebelum salat Id, tetapi dimakruhkan meninggalkannya," demikian penjelasan dalam kitab Al-Umm.

2. Mandi 

Amalan kedua adalah anjuran untuk mandi sebelum salat Idul Fitri. Selain memberikan kesegeran terhadap diri sendiri, mandi juga mencegah orang lain terganggu akibat bau badan yang berpotensi mengganggu kekhusyukan dalam beribah mengingat umat Islam akan berkumpul dalam jumlah besar di satu tempat sehingga menjaga kebersihan menjadi hal penting. 

Diriwayatkan bahwa Ali bin Abu Thalib dan Abdullah bin Umar membiasakan mandi sebelum menunaikan shalat Id. Kebiasaan tersebut menjadi dalil penguat kesunnahan mandi sebelum menunaikan shalat Idul Fitri.

"Terkait waktu kesunahan mandi, para ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan disunahkan mandi setelah fajar dan ada pula yang berpendapat disunnahkan setelah pertengahan malam," jelas Ustaz Hengki.

3. Memotong Rambut dan Kuku

Ilustrasi memotong kuku

Ilustrasi memotong kuku

Ustaz Hengki melanjutkan, amalan ketiga adalah merapikan diri dengan memotong rambut dan kuku serta memakai wewangian. Tujuannya agar tubuh tetap bersih, segar, dan tidak mengganggu kekhusyukan orang lain saat beribadah.

"Sebuah hadits riwayat Ali bin Abu Thalib menyebutkan bahwa Rasulullah menyuruh untuk menggunakan wangi-wangian yang paling bagus dari yang kita temui atau miliki pada hari Id," terang Ustadz Hengki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Ustadz Hengki menegaskan bahwa ketiga amalan sunnah ini menjadi pelengkap ibadah di hari raya. Selain meningkatkan kualitas ibadah, amalan tersebut juga menciptakan suasana yang nyaman dan tertib saat pelaksanaan salat Id.

"Apalagi pada hari Id, mayoritas umat Islam berbondong-bondong ke masjid untuk beribadah. Semoga kesunnahan ini dapat kita amalkan," pungkasnya.