Berlutut dan Menangis Redam Bentrokan Warga di Manggarai NTT, Polisi: Mereka Saudara Saya

Manggarai, Berlutut dan Menangis Redam Bentrokan Warga di Manggarai NTT, Polisi: Mereka Saudara Saya

Aksi Bhabinkamtibmas Polres Manggarai, Aipda Arladius Modestus Arno menyita perhatian publik saat terjadi bentrokan antara dua kelompok warga di Jalan Trans Flores, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (16/3/2026).

Pasalnya, Arno sampai berlutut sembari menangis memohon agar dua kelompok berasal dari Gendang Kaca dan Gendang Bung Leko ini bisa menghentikan ketegangan yang dipicu sengketa tanah.

"Situasi saat itu sudah semakin panas, kelompok yang satu dengan yang lain tidak mau sepakat untuk diselesaikan secara damai," kata Arno, Rabu (17/3/2026), dikutip dari Antara.

Ia menuturkan, aparat kepolisian yang berada di lokasi telah berupaya mencegah bentrokan agar tidak berlanjut dan menimbulkan korban.

Berlutut dan Menangis Memohon Warga Berdamai

Di tengah situasi yang semakin memanas, Arno secara spontan mengambil langkah tak biasa.

Ia berlutut sambil menangis, memohon kepada kedua kelompok agar menghentikan pertikaian.

Menurutnya, warga yang terlibat konflik merupakan masyarakat binaannya, karena kedua wilayah tersebut berada dalam lingkup tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas.

"Bagi saya mereka itu adalah saudara-saudara saya, sering kalau bertugas, mereka sering ajak makan di rumah mereka, cerita-cerita dan kumpul-kumpul bersama," katanya.

Ia mengaku merasa sedih dan kecewa melihat warga yang selama ini dikenalnya justru terlibat konflik. Perasaan itu mendorongnya untuk meminta secara langsung agar pertikaian segera dihentikan.

Aksi tersebut akhirnya membuat ketegangan di lokasi mereda. Meski demikian, Arno menilai situasi bisa terkendali bukan semata karena dirinya, tetapi juga berkat upaya anggota kepolisian lain yang turut membantu.

"Sampai saat ini ketegangan masih terjadi di daerah itu, semoga cepat membaik," tambah dia.

Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan bahwa kepolisian selalu mengutamakan pendekatan persuasif dan humanis dalam menangani potensi konflik di masyarakat.

Menurutnya, kehadiran aparat di lapangan bertujuan menjaga keamanan serta melindungi seluruh warga tanpa memihak kepada kelompok tertentu.

“Dalam situasi yang berpotensi konflik, anggota kami di lapangan selalu mengedepankan pendekatan dialog dan kemanusiaan. Tujuannya adalah mencegah terjadinya kekerasan dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujar dia.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu konflik. Selain itu, seluruh pihak diajak untuk menjaga persaudaraan dan kedamaian di wilayah Manggarai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang