Stasiun Rajapolah Kini Disinggahi KA Serayu, KAI Respon Lonjakan Penumpang Tasikmalaya
Mobilitas penumpang kereta api di wilayah Daop 2 Bandung mengalami peningkatan signifikan selama masa Angkutan Lebaran 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung mencatat tingginya pergerakan masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi ini untuk perjalanan jarak jauh.
Hingga Senin siang, 16 Maret 2026, jumlah pelanggan kereta api jarak jauh yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung terus meningkat.
Lonjakan ini terlihat jelas di dua stasiun utama, yakni Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong.
“Pada hari ini, jumlah pelanggan yang berangkat dari Stasiun Bandung tercatat sebanyak 5.459 orang, sementara dari Stasiun Kiaracondong sebanyak 5.183 orang,” kata Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, Senin (16/3/2026).
Secara keseluruhan, total pelanggan yang berangkat dari seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung pada hari tersebut mencapai 16.128 orang.
Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi utama selama periode mudik.
“Secara kumulatif, sejak 11 hingga 16 Maret 2026, jumlah pelanggan yang berangkat dari seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung telah mencapai 94.415 orang,” tuturnya.
Seberapa tinggi tingkat penjualan tiket kereta api?
Dari sisi penjualan tiket, KAI Daop 2 Bandung juga mencatat angka yang cukup tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 270.762 tiket telah terjual untuk periode perjalanan 11 Maret hingga 1 April 2026.
Jumlah tersebut setara dengan tingkat okupansi sebesar 78,3 persen dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan.
Tingkat keterisian ini menunjukkan bahwa sebagian besar kursi kereta api telah dipesan oleh masyarakat jauh sebelum hari keberangkatan.
Apa yang terlihat selama lima hari awal Angkutan Lebaran?
Tingginya mobilitas masyarakat juga tercermin selama lima hari pertama masa Angkutan Lebaran 2026, yakni pada periode 11 hingga 15 Maret 2026. Dalam periode ini, sejumlah stasiun mencatat lonjakan aktivitas penumpang.
Berdasarkan data pelayanan penumpang, Stasiun Tasikmalaya menempati posisi sebagai stasiun tersibuk ketiga setelah Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong.
Kuswardojo menjelaskan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat di wilayah Tasikmalaya menjadi perhatian khusus bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Kuswardojo.
Untuk merespons kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, KAI Daop 2 Bandung melakukan berbagai upaya peningkatan layanan, khususnya di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Tasikmalaya.
“Salah satu langkah yang kami lakukan adalah dengan memberikan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dengan memberhentikan KA Serayu di Stasiun Rajapolah untuk melayani naik dan turun penumpang mulai 14 Maret 2026.”
“Dengan adanya layanan ini, masyarakat di wilayah Rajapolah dan sekitarnya dapat lebih mudah mengakses transportasi kereta api tanpa harus menuju stasiun yang lebih jauh,” tambahnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendistribusikan penumpang secara lebih merata sekaligus meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan selama masa Angkutan Lebaran.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Mudahkan Warga Tasikmalaya, KA Serayu Kini Berhenti di Stasiun Rajapolah Selama Musim Mudik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang