Teja Paku Alam Tak Masuk Timnas, Pengamat Sebut Herdman Punya Alasan
Pengamat sepak bola nasional, Erwin Fitriansyah, menyikapi wajar perihal pro dan kontra yang terjadi dalam pemanggilan pemain untuk menjalani pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia.
Menurutnya, seluruh pemain yang dipanggil sudah sesuai kebutuhan pelatih.
PSSI baru saja mengeluarkan daftar pemain yang dipilih oleh pelatih John Herdman untuk bergabung ke pemusatan latihan Timnas Indonesia.
Pelatih asal Inggris itu diketahui memanggil 41 nama, baik yang berkompetisi di liga lokal maupun bintang dari klub mancanegara.
Tak ada nama baru dalam pemanggilan kali ini. Hanya saja, terdapat beberapa nama lama yang kini kembali mendapatkan "Garuda Calling", seperti Elkan Baggott, Ezra Walian, dan Muhammad Ferarri.
Selebihnya, merupakan nama-nama yang biasa menghiasi susunan pemain timnas, mulai dari Jay Idzes, Kevin Diks, Ivar Jenner, hingga Mauro Zijlstra.
Namun, ada satu nama yang menjadi perdebatan. Dia adalah Teja Paku Alam.
Bagaimana tidak? Kiper 31 tahun yang kini menjadi tembok utama di bawah mistar gawang Persib Bandung, malah tak mendapat panggilan timnas.
Padahal, dia dinilai berperan besar dalam sukses Maung Bandung memuncaki klasemen sementara Super League 2025-2026.
Terbaru, dia sukses mencatatkan clean sheet kala Persib mengalahkan Persik Kediri 3-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (9/3/2026).
Torehan tersebut membuatnya telah membukukan 15 clean sheet sepanjang musim ini.
John Herdman secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Selasa (13/1/2026) di Hotel Mulia, Jakarta.
Hak Prerogatif Pelatih
Namun, Teja malah tak dilirik oleh pelatih John Herdman yang lebih memilih Cahya Supriadi.
Menurut Erwin, keputusan tersebut merupakan hal yang wajar. Sebab, pelatih memiliki hak prerogatif untuk menentukan pemain yang masuk ke dalam skema permainannya.
"Memang materi yang ada dari diaspora sama yang di Indonesia ya ini sudah yang terbaik. Kalaupun ada mungkin satu yang, 'Kok dia enggak masuk?' Misalnya Teja Paku Alam. 'Dia kan kiper Persib yang lagi di puncak klasemen, clean sheet-nya banyak, kebobolannya sedikit'. Kok enggak masuk?" kata Erwin ketika dihubungi KOMPAS.com, Senin (9/3/2026).
"Nah, itu mungkin salah satu yang biasa kalau ada pro-kontra. Pelatih pasti punya pertimbangan sendiri, apalagi kalau posisinya penjaga gawang," tambah jurnalis senior itu.
Statistik 2 Kiper
Berbicara statistik hingga pekan ke-25, Cahya tak sepenuhnya kalah dari Teja.
Meski tertinggal dalam jumlah clean sheet dengan raihan 8 kali, namun Cahya stabil dalam melakukan penyelamatan.
Dia sejauh ini telah melakukan 74 penyelamatan, menempati peringkat keenam di Super League musim ini.
Dari daftar kiper lokal, Cahya memang hanya kalah dari Nadeo Argawinata (91) dan Ernando Ari (82). Sedangkan, Teja baru mencatatkan 47 kali penyelamatan.
Atas dasar itu, Erwin meyakini tak adanya nama Teja dalam pemanggilan timnas kali ini murni karena soal taktik.
"Penjaga gawang itu kan dilindungi sama pemain belakang. Belum tentu penjaga gawang yang clean sheet-nya sedikit itu lebih bagus dibanding dengan penjaga gawang yang clean sheet-nya enggak banyak," ucap Erwin.
"Karena apa? Yang melindungi kan beda. Kalau penjaga gawang yang dilindungi pemain belakangnya solid terus kebobolannya sedikit, wajar."
"Nah, itu mungkin salah satu parameter yang tidak terlihat di statistik. Jadi, tidak bisa dijadikan patokan bulat-bulat. Mungkin saja Cahya kebobolannya banyak, clean sheet-nya juga tidak banyak, tapi mungkin aja dia banyak melakukan penyelamatan karena pemain belakangnya tidak sesolid yang kebobolannya sedikit," jelas dia.
Dari total 41 pemain, John Herman memanggil lima kiper untuk menjalani TC. Selain Cahya, empat kiper lainnya adalah Maarten Paes (Ajax Amsterdam), Emil Audero (Cremonese), Nadeo (Borneo FC), dan Ernando Ari (Persebaya Surabaya).
FIFA Series 2026 akan bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 27-30 Maret 2026.
Timnas Indonesia akan lebih dulu berhadapan dengan Timnas Saint Kitts dan Nevis.
Pemenang dari laga tersebut akan menghadapi pemenang dari duel antara Timnas Bulgaria dengan Timnas Kepulauan Solomon.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang