Daniel Mananta Ngaku Udah Beruban Sejak SMA, Kini Malah Jadi Identitas Fashion!

Daniel Mananta.
Daniel Mananta.

 Daniel Mananta membagikan pandangannya soal gaya berpakaian effortless yang selama ini identik dengan tampil santai dan sederhana. Namun menurut Daniel, tampil effortless justru membutuhkan perhatian besar terhadap detail agar tetap terlihat rapi, nyaman, dan menghargai orang lain.

Presenter sekaligus entrepreneur itu mengatakan, banyak orang salah memahami konsep effortless dalam berpakaian. Scroll untuk tahu lebih lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Effortless itu sebenarnya kelihatannya saja effortless, tapi bukan artinya kita nggak pakai effort. Jadi, gue adalah orang yang benar-benar suka banget terlihat effortless, tapi untuk terlihat effortless, banyak banget effort yang gue masukin,” ujar Daniel di acara New Balance Grey Days 2026, di Jakarta, baru-baru ini.

Bagi Daniel, kunci utama tampil effortless bukan sekadar memakai pakaian sederhana, tetapi bagaimana seseorang memerhatikan detail kecil mulai dari kombinasi warna, gaya rambut, hingga pembawaan diri.

“Karena effortless itu, it's all about the detail. Jadi, gue personally, kalau buat gue sendiri, gue sangat memperhatikan banget apa yang, you know, color combination-nya, rambut gue misalnya, rambut lo misalnya. Itu kadang-kadang juga harus diperhatikan,” lanjutnya.

Pria berusia 44 tahun itu juga menegaskan bahwa usaha dalam berpakaian menurutnya adalah bentuk penghargaan kepada orang-orang yang ditemui. Karena itu, Daniel mengaku tidak setuju jika konsep effortless diartikan asal berpakaian seadanya.

“Tapi intinya sih, kita benar-benar sebenarnya banyak effort, karena effort itu artinya kita mau give honor, kita ingin memberikan atau menghargai orang yang akan kita temui, tapi terlihat effortless. Jadi, itu prinsip gue dalam berpakaian effortless,” jelas Daniel.

“Effortless bukan artinya gue cuma datang dan habis itu pakai piyama, celana pendek, itu menurut gue kurang menghargai orang yang kita akan temui. Makanya, jadi gue tetap terlihat effortless, tapi menghargai atau honoring orang yang harus gue temui. Itu definisi effortless buat gue,” sambungnya.

Menariknya, Daniel juga mengungkap bahwa tampil menarik tidak selalu harus bergantung pada outfit yang mencolok atau mahal. Menurutnya, karakter dan attitude justru menjadi hal paling penting yang membuat seseorang diingat.

“Bisa pakai baju basic, tapi ketika basicnya itu maksudnya kayak, tapi ketika attitude lo itu berkarakter, ya orang akan selalu mengingat lo. Bukan tentang bagaimana lo pakai bajunya seperti apa, tapi bagaimana pembawaan lo, gitu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Daniel juga berbicara soal warna favoritnya, yakni abu-abu atau grey, yang ternyata memiliki cerita personal dalam hidupnya. Ia mengaku warna tersebut sudah menjadi bagian dari identitas dirinya sejak remaja.

“And I think, abu-abu atau grey, itu sesuatu yang gue personally suka banget dan bukan cuman sekedar color buat gue, tapi bahkan bisa dibilang menjadi sebuah identitas. Kenapa? Waktu gue SMA, gue beruban dan julukan nama gue adalah grey hair. Gue waktu umur 15-16an gitu, rambut gue udah ubanan dan gue suka gedek banget sama temen-temen gue,” ungkap Daniel sambil tertawa.

Seiring waktu, Daniel justru merasa warna abu-abu memberikan karakter tersendiri dalam penampilannya. Bahkan, ia mengaku lebih percaya diri memakai tone grey dibanding sekadar hitam atau putih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nah, and I think, dari sejak saat itu, for some reason, grey sudah menjadi bagian dari hidup gue. Grey itu menjadi identitas gue. So, akhirnya, kalau misalnya lo perhatiin, kalau gue di atas panggung, dengan lighting dan lain-lain, gue sebenarnya suka banget pake baju yang tone-nya itu dari grey. Greyish gitu ya, metallic misalnya. I love wearing that, karena it gives, kita bilangnya, quiet confidence,” jelasnya.

“Kita nggak sering putih, kita nggak sering hitam, tapi kita confident dengan di tengah-tengah. Kayak semacam a giver gitu. Gue bisa putih, gue bisa hitam, tapi gue grey. Dan ini fondasi gue. I am one of the grey here,” tutup Friends of New Balance Indonesia itu.