Legenda Asal-usul Shio, Alasan Kucing Tak Masuk Daftar dan Urutan 12 Hewan Zodiak China

Shio, mitologi Tiongkok, Legenda Asal-usul Shio, Alasan Kucing Tak Masuk Daftar dan Urutan 12 Hewan Zodiak China

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, Shio atau zodiak China bukan sekadar simbol tahun kelahiran.

Banyak orang merasa kecewa saat mengetahui Shio mereka adalah Tikus atau Ular karena citra negatif hewan tersebut di dunia nyata. Namun, dalam budaya China, setiap hewan memiliki filosofi mendalam yang jauh dari kesan menjijikkan atau berbahaya.

Di balik penetapan 12 hewan yang mewakili siklus tahunan tersebut, terdapat legenda populer yang diwariskan turun-temurun, yakni kisah "Balapan Besar" yang diinisiasi oleh Kaisar Giok (Jade Emperor).

Legenda ini menjelaskan tidak hanya urutan hewan dalam kalender, tetapi juga alasan mengapa hewan tertentu, seperti kucing, tidak masuk dalam daftar Shio.

Kisah ini bermula ketika Kaisar Giok, penguasa langit dalam mitologi Tiongkok, ingin menentukan cara untuk mengukur waktu. Ia mengumumkan sebuah sayembara kepada seluruh hewan di dunia.

Kaisar menyatakan bahwa 12 hewan pertama yang berhasil menyeberangi sungai deras dan mencapai Gerbang Surgawi akan dipilih sebagai pengawal setianya dan diabadikan sebagai nama tahun dalam kalender.

Mengapa Tikus dan Ular?

Dalam buku "Chinese Astrology - Temukan Shio Anda dan Simak Pengaruhnya terhadap Hidup Anda" karya Sabrina Liao, terungkap bahwa pemilihan 12 hewan ini memiliki sejarah panjang yang bermula sejak tahun 2637 SM.

Penulis Sabrina Liao mencatat adanya perbedaan persepsi antara masyarakat modern dengan masyarakat petani di China kuno.

Jika saat ini orang membayangkan Ular sebagai predator yang berlendir atau Tikus sebagai hama rumah tangga, masyarakat China kuno justru sangat menghormati mereka.

"Tikus itu cerdik, cerdas, dan tidak diragukan lagi tahu bagaimana menyimpan makanan. Sedangkan, Ular dalam cerita-cerita rakyat Cina digambarkan sebagai makhluk yang sangat menarik dan dermawan," tulis Sabrina dalam bukunya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Pemilihan hewan-hewan ini didasarkan pada lingkungan tanah pertanian masa itu. Orang China menggunakan binatang yang memiliki sifat-sifat menonjol untuk mewakili tahun yang suasananya mirip dengan karakteristik binatang tersebut.

Legenda Lomba Lari dan Siasat Tikus

Shio, mitologi Tiongkok, Legenda Asal-usul Shio, Alasan Kucing Tak Masuk Daftar dan Urutan 12 Hewan Zodiak China

Shio Tiger, Horse, Goat, Monkey, Rooster, dan Dragon diprediksi paling cuan di Tahun Kuda Api 2026. Ini penjelasannya.

Salah satu legenda paling terkenal mengenai asal-usul Shio adalah kisah lomba lari yang diinisiasi oleh Tuhan di Surga. Karena menyadari belum ada sistem untuk menandai waktu, Tuhan memutuskan untuk menciptakan sebuah kalender.

Melalui Dewa Bumi, sebuah perlombaan diumumkam, dua belas binatang pertama yang berhasil menyeberangi sungai akan dijadikan lambang bintang pada kalender.

Di sinilah kisah dramatis antara Tikus, Kucing, dan Kerbau bermula.

Kucing yang takut air dan Kerbau yang memiliki penglihatan kurang jelas memutuskan untuk bekerja sama dengan Tikus yang cerdik.

"Aku tahu! Kita bisa naik ke punggung kerbau untuk memandunya, dan ia bisa membawa kita menyeberangi sungai tanpa menjadi basah!" tutur Tikus memberikan ide cemerlang, sebagaimana dikutip dari buku Sabrina Liao.

Namun, rencana manis itu berakhir dengan pengkhianatan. Saat berada di tengah sungai, Tikus yang penuh perhitungan diam-diam mendorong Kucing hingga jatuh ke air.

Begitu mencapai tepian, Tikus yang agresif segera melompat dan berlari menuju garis finis.

Tikus pun memenangkan urutan pertama, disusul oleh Kerbau yang pekerja keras di posisi kedua.

Urutan 12 Pemenang Shio

Shio, mitologi Tiongkok, Legenda Asal-usul Shio, Alasan Kucing Tak Masuk Daftar dan Urutan 12 Hewan Zodiak China

Ilustrasi ramalan shio.

Setelah Tikus dan Kerbau, hewan-hewan lain menyusul dengan karakteristik unik mereka:
  • Macan: Si berani yang berlari kencang di urutan ketiga.
  • Kelinci, Naga, dan Ular: Berhasil mencapai finis di urutan berikutnya.
  • Kuda dan Domba: Tiba hampir bersamaan, dengan Domba yang dikenal artistik.
  • Monyet: Menempati urutan kesembilan.
  • Ayam: Menempati urutan kesepuluh.
  • Anjing: Berada di posisi kesebelas.
  • Babi: Si berhati-hati yang menjadi pemenang terakhir (urutan kedua belas).

Nasib malang menimpa Kucing. Ia tiba di garis finis dengan tubuh basah kuyup setelah perlombaan berakhir.

Kegagalan ini menjadikannya satu-satunya hewan populer yang tidak masuk dalam kalender, sekaligus menjelaskan mengapa sejak saat itu Tikus menjadi musuh nomor satu Kucing.

Tuhan di Surga merasa senang dengan hasil perlombaan tersebut. Sebagai hadiah, setiap pemenang dianugerahi satu tahun untuk dimiliki.

Penetapan 12 Shio ini bukan sekadar urutan kedatangan. Setiap hewan mewakili karakteristik tertentu yang dipercaya menurun pada orang yang lahir di tahun tersebut.

Hingga saat ini, siklus Shio yang terdiri dari Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Tionghoa di seluruh dunia, termasuk dalam penentuan ramalan keberuntungan setiap tahunnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang