Top 10+ Mata Uang Tertinggi di Dunia, Negara Timur Tengah Mendominasi

Nilai mata uang suatu negara tidak selalu ditentukan oleh seberapa luas mata uang tersebut digunakan secara global.
Kekuatan mata uang ini biasanya diukur dari nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta daya belinya di pasar internasional.
Dilansir dari Forbes India, saat ini terdapat sekitar 180 mata uang yang digunakan di berbagai negara di dunia.
Namun hanya sebagian kecil yang memiliki nilai tukar paling tinggi dibandingkan mata uang lainnya.
Kekuatan suatu mata uang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti stabilitas ekonomi, kebijakan moneter bank sentral, tingkat inflasi, serta permintaan di pasar valuta asing.
Selain itu, negara dengan cadangan sumber daya besar atau sektor keuangan yang kuat cenderung memiliki mata uang bernilai tinggi.
Berikut 10 mata uang dengan nilai tertinggi di dunia berdasarkan laporan Forbes India.
1. Kuwaiti Dinar – Kuwait
Kuwaiti Dinar menjadi mata uang dengan nilai tukar paling tinggi di dunia.
Satu dinar Kuwait bernilai sekitar 3,28 dolar AS atau sekitar Rp51.500.
Mata uang ini mulai digunakan pada 1961 setelah Kuwait meraih kemerdekaan dari Inggris.
Nilai tukarnya yang sangat tinggi didukung oleh cadangan minyak besar, stabilitas ekonomi, serta populasi yang relatif kecil sehingga pendapatan negara per kapita sangat tinggi.
Sebagai salah satu produsen minyak utama di dunia, Kuwait memiliki pemasukan besar dari ekspor energi yang membantu menjaga stabilitas mata uangnya di pasar global.
2. Bahraini Dinar – Bahrain
Bahraini Dinar menempati posisi kedua dengan nilai tukar sekitar 2,65 dolar AS atau setara dengan Rp44.500 per dinar.
Mata uang ini diperkenalkan pada tahun 1965 dan sejak lama memiliki nilai tukar yang dipatok terhadap dolar AS.
Kebijakan ini membantu menjaga stabilitas nilai mata uang Bahrain di pasar internasional.
Perekonomian Bahrain didukung oleh industri minyak, sektor perbankan, serta jasa keuangan, menjadikannya salah satu pusat finansial di kawasan Teluk.
3. Omani Rial – Oman
Omani Rial berada di posisi ketiga dengan nilai sekitar 2,60 dolar AS sekitar Rp 43.600.
Mata uang ini diperkenalkan pada 1970 ketika Oman menggantikan penggunaan rupee India.
Pemerintah Oman kemudian menerapkan kebijakan nilai tukar tetap terhadap dolar AS untuk menjaga stabilitas ekonominya.
Selain sektor minyak dan gas, Oman juga mengembangkan sektor pariwisata serta logistik untuk memperkuat perekonomian nasional.
4. Jordanian Dinar – Yordania
Jordanian Dinar menempati posisi keempat dengan nilai sekitar 1,41 dolar AS sekitar Rp 23.600.
Mata uang ini mulai digunakan pada 1949 setelah menggantikan pound Palestina.
Meski Yordania tidak memiliki cadangan minyak yang besar seperti negara Teluk lainnya, nilai mata uangnya tetap stabil berkat adanya kebijakan moneter yang disiplin dan sistem nilai tukar yang dipatok terhadap dolar AS.
Stabilitas ekonomi dan dukungan internasional juga membantu menjaga kekuatan dinar Yordania.
5. Gibraltar Pound – Gibraltar
Gibraltar Pound berada di posisi kelima dengan nilai sekitar 1,35 dolar AS setara dengan Rp 22.600 rupiah.
Mata uang ini memiliki nilai yang sama dengan pound sterling Inggris karena dipatok secara langsung.
Gibraltar sendiri merupakan wilayah luar negeri Inggris yang terletak di ujung selatan Semenanjung Iberia.
Perekonomian Gibraltar didukung oleh sektor pariwisata, jasa keuangan, serta industri pelayaran.
6. Pound Sterling – Inggris
Pound sterling merupakan salah satu mata uang tertua di dunia yang masih digunakan hingga saat ini.
Nilainya sekitar 1,35 dolar AS atau setara dengan Rp 22.600 dan didukung oleh kekuatan ekonomi Inggris serta peran London sebagai salah satu pusat keuangan terbesar di dunia.
Mata uang ini juga termasuk yang paling banyak diperdagangkan di pasar valuta asing global.
7. Swiss Franc – Swiss
Swiss Franc dikenal sebagai mata uang safe haven atau aset yang dianggap aman saat terjadi ketidakpastian ekonomi global.
Mata uang ini digunakan di Swiss dan Liechtenstein.
Stabilitas ekonomi, tingkat inflasi yang rendah, serta sistem perbankan yang kuat membuat franc Swiss menjadi salah satu mata uang paling stabil di dunia.
Investor global sering beralih ke franc Swiss saat terjadi gejolak ekonomi internasional.
8. Cayman Islands Dollar – Kepulauan Cayman
Mata uang Kepulauan Cayman berada di posisi kedelapan dengan nilai sekitar 1,20 dolar AS setara dengan Rp 20.300.
Wilayah ini dikenal sebagai salah satu pusat keuangan internasional dengan sektor perbankan dan investasi yang sangat besar.
Kekuatan sektor jasa keuangan dan investasi global membantu menjaga stabilitas mata uangnya.
9. Euro – Zona Euro
Euro merupakan mata uang resmi yang digunakan oleh banyak negara anggota Uni Eropa.
Meskipun tidak memiliki nilai tertinggi per unit, euro menjadi mata uang kedua paling penting di dunia setelah dolar AS dalam perdagangan dan cadangan devisa global.
Besarnya ekonomi kawasan Uni Eropa membuat euro tetap menjadi salah satu mata uang paling berpengaruh.
10. United States Dollar – Amerika Serikat
Dolar AS berada di posisi ke-10 dalam daftar mata uang dengan nilai tertinggi per negara.
Namun, dolar AS tetap menjadi mata uang cadangan utama dunia dan paling banyak digunakan dalam perdagangan internasional, investasi, serta transaksi keuangan global.
Dominasi dolar AS didukung oleh kekuatan ekonomi Amerika Serikat serta kepercayaan tinggi terhadap sistem keuangannya.
Laporan dari Forbes India tersebut menunjukkan bahwa negara-negara Timur Tengah mendominasi posisi teratas dalam daftar mata uang terkuat di dunia.
Hal ini terutama dipengaruhi oleh cadangan minyak besar, stabilitas ekonomi, serta kebijakan moneter yang menjaga nilai tukar tetap kuat di pasar global.