Proyek Bangunan Ini Akan Geser Posisi Burj Khalifa sebagai Gedung Tertinggi di Dunia

Arab Saudi, Jeddah Tower, Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia, gedung supertinggi, Proyek Bangunan Ini Akan Geser Posisi Burj Khalifa sebagai Gedung Tertinggi di Dunia

Proyek Jeddah Tower di Arab Saudi diproyeksikan akan merebut predikat gedung tertinggi di dunia, menggeser posisi Burj Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA).

Jeddah Tower direncanakan memiliki ketinggian mencapai 3.281 kaki atau 1.000 meter (1 kilometer), lebih tinggi dibandingkan Burj Khalifa yang mencapai 828 meter, sebagaimana dikutip , Selasa (7/10/2025).

Informasi ini tercantum di laman Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH), lembaga internasional yang fokus pada gedung pencakar langit dan desain perkotaan berkelanjutan.

Tinggi bangunan Jeddah Tower sudah hampir 300 meter

Dilansir dari Skyscrapercity, konstruksi Jeddah Tower di Arab Saudi saat ini telah menyentuh lantai ke-73 dengan ketinggian 293,9 meter.

Sementara itu, lantai yang hampir tertutup sepenuhnya telah mencapai lantai ke-68 dengan ketinggian 273,9 meter.

Artinya, sekitar 42 persen dari total 157 lantai gedung sudah rampung. Proyek ini diperkirakan akan selesai seluruhnya pada 2028.

Pembangunan Jeddah Tower di Arab Saudi dimulai pada 2013, tetapi sempat dihentikan pada 2018.

Kontraktor gedung itu, Binladin Group, ditarik setelah kebijakan anti-korupsi Arab Saudi pada 2017-2019, ketika Bakr bin Laden, saudara tiri Osama bin Laden, ditangkap.

Kemudian, pandemi Covid-19 turut menunda kelanjutan pembangunan calon gedung tertinggi di dunia ini.

Konstruksi kembali dimulai pada September 2023.

Sebelum dihentikan, sekitar sepertiga bangunan Jeddah Tower telah selesai.

Desain dan fungsi Jeddah Tower

Jeddah Tower di Arab Saudi dikembangkan oleh Jeddah Economic Company dengan desain Adrian Smith dan Gordon Gill dari Adrian Smith + Gordon Gill Architecture.

Menara ini akan berlokasi di kota Jeddah, kawasan pelabuhan di Laut Merah, yang merupakan kota terpadat kedua di Arab Saudi.

Setelah rampung, menara ini akan melengkapi keajaiban arsitektur lain di Jeddah, seperti Masjid Terapung Penang dan Al Balad, pusat bersejarah kota.

Jeddah Tower dirancang sebagai gedung multifungsi dengan perkantoran, hunian, area komersial, dan hotel.

Menara ini juga memiliki dek observasi yang direncanakan menjadi tertinggi di dunia serta balkon luar ruangan berdiameter 98 kaki, yang awalnya dirancang sebagai helipad.

Bangunan ini mengusung gaya neo-futuristik, menekankan teknologi tinggi dan pemikiran ulang terhadap bentuk serta fungsi gedung supertinggi.

“Geometri menara, yang dimulai dari dasar sebagai bentuk tripod tunggal, kemudian secara bertahap terpisah di puncak menara, berkaitan dengan karakteristik kinerja angin menara, sebuah analogi pertumbuhan baru yang dipadukan dengan teknologi,” ujar Smith dan Gill.

Gambar render menampilkan menara tunggal ramping yang sedikit meruncing di puncaknya.

Bentuk menara terinspirasi dari daun palem, yang banyak dijumpai di Arab Saudi.

Meski berakar dari budaya setempat, desain ini sekaligus menandai puncak evolusi teknologi dan arsitektur gedung supertinggi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.