Dari Tutut hingga Caviar Belalang, Inilah 5 Inovasi Sumber Protein Masa Depan

makanan kaya protein, 1. Jack’D (Jackfruit Jerky), 2. Bergur (Burger Gluten-Free dan Vegan Patty), 3. TutBites (Lumpia Tutut), 4. Cendol Bang! (Cendol Pati Bengkoang), 5. Kaeviar (Caviar Belalang)
makanan kaya protein

 Ketahanan pangan menjadi isu yang semakin mendesak di tengah pertumbuhan populasi global dan berkurangnya pasokan sumber pangan konvensional.

Para ahli memprediksi populasi dunia akan mencapai 10 miliar jiwa pada tahun 2050, sehingga kebutuhan pangan harus meningkat hingga 60 persen dari kapasitas produksi saat ini. Scroll lebih lanjut yuk!

Kondisi ini menuntut adanya terobosan melalui inovasi pangan yang bukan hanya kreatif, tetapi juga berkelanjutan serta mampu menjawab tantangan masa depan. 

Dalam konteks ini, inovasi pangan merujuk pada upaya menciptakan, mengembangkan, atau memodifikasi bahan makanan melalui pendekatan ilmiah, teknologi, dan kreatif. 

Tujuannya adalah menghadirkan produk yang lebih bergizi, ramah lingkungan, serta memiliki potensi menjadi sumber pangan alternatif. 

Inovasi pangan mencakup pemanfaatan bahan baku yang selama ini kurang dioptimalkan, peningkatan efisiensi produksi, hingga penciptaan pangan yang relevan bagi kebutuhan nutrisi generasi mendatang.

Dalam rangka menampilkan ide-ide segar tersebut, sebuah Food Exhibition terbaru memamerkan 15 inovasi pangan masa depan yang diciptakan oleh para mahasiswa. 

Tahun ini, fokus utama penyelenggaraan diarahkan pada pemanfaatan sumber pangan alternatif yang selama ini kurang umum digunakan. Mulai dari tutut atau keong sawah, nangka muda, hingga serangga seperti belalang, semuanya diolah menjadi produk makanan bernilai tinggi yang dapat menjadi sumber protein masa depan.

Dari berbagai produk yang dipamerkan, lima di antaranya mencuri perhatian karena menawarkan konsep yang unik, rasa yang menarik, serta nilai keberlanjutan yang kuat.

1. Jack’D (Jackfruit Jerky)

Produk berbahan dasar nangka muda ini hadir sebagai alternatif daging dengan tekstur kenyal dan cita rasa manis-gurih yang menyerupai bak kwa khas Asia. Selain kaya nutrisi, Jack’D membuktikan bahwa makanan berbasis nabati dapat tampil modern, lezat, dan lebih ramah lingkungan.

2. Bergur (Burger Gluten-Free dan Vegan Patty)

Bergur menawarkan pengalaman makan burger yang lebih sehat. Roti berbahan dasar mocaf yang bebas gluten dan patty nabati bercita rasa gurih menjadikannya pilihan ideal bagi konsumen yang membutuhkan opsi vegetarian tanpa mengurangi kenikmatan rasa.

3. TutBites (Lumpia Tutut)

Mengangkat tutut sebagai bahan utama, TutBites menghadirkan lumpia gluten-free dengan cita rasa gurih yang unik. Inovasi ini sekaligus memperkenalkan tutut sebagai sumber protein hewani alternatif yang kaya nutrisi dan masih jarang dieksplorasi secara luas.

4. Cendol Bang! (Cendol Pati Bengkoang)

Cendol modern ini memanfaatkan pati bengkoang sebagai pengganti tepung tapioka. Dipadukan dengan susu nabati dari biji-bijian dan gula aren, Cendol Bang! menawarkan rasa manis-gurih yang menyegarkan sekaligus lebih sehat dibandingkan cendol konvensional.

5. Kaeviar (Caviar Belalang)

Terinspirasi dari tren global pemanfaatan protein serangga, Kaeviar menggunakan belalang yang diolah menjadi bubuk protein sebelum dibentuk menyerupai caviar. Topping ini dapat digunakan pada sushi maupun hidangan nasi, memberikan cita rasa gurih yang khas.

Produk ini menjadi gambaran konkret arah inovasi pangan masa depan yang mengedepankan keberlanjutan sekaligus efisiensi sumber daya.

Melalui hadirnya lima produk ini, tampak jelas bahwa sumber protein masa depan bisa datang dari bahan pangan yang selama ini dianggap tidak lazim. Inovasi pangan bukan hanya solusi atas tantangan ketahanan pangan global, tetapi juga membuka peluang besar bagi lahirnya kuliner-kuliner baru yang lebih sehat, berkelanjutan, dan kreatif.

Food Explore 17

Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH) terus mendorong riset dan inovasi agar hasil laboratorium dapat hadir menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

Komitmen ini diwujudkan melalui Food Explore 17 bertema “From Lab to Table: The Future Food” pada 5–8 November 2025 di kampus UPH, Lippo Village, acara tahunan terbesar Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) UPH.

"Makanan merupakan kebutuhan utama manusia. Dengan kreativitas dan teknologi, mahasiswa Teknologi Pangan UPH mampu menghadirkan inovasi pangan yang bukan hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga membawa dampak dan berkat bagi masyarakat luas. Bertepatan dengan Dies Natalis Prodi Teknologi Pangan UPH yang ke-30, saya berharap para mahasiswa terus mengembangkan ide-ide cemerlang yang dapat berkontribusi nyata bagi bangsa” ujar Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH, dalam keterangannya.