Piala FA: Saat Klub Premier League Disingkirkan Tim Juru Kunci Kasta Ketiga
Klub League One (kasta ketiga Liga Inggris) Port Vale membuat kejutan usai menyingkirkan klub Premier League, Sunderland di ronde kelima Piala FA 2025-2026.
Pertandingan Port Vale vs Sunderland yang digelar di Vale Park, Minggu (8/3/2026) malam WIB berakhir dengan skor 1-0.
Sundulan Ben Waine pada menit ke-28 sudah cukup bagi Port Vale untuk memenangkan pertandingan.
Kemenangan ini menjadi kejutan besar di edisi kali ini mengingat Port Vale menjadi tim dengan kasta terendah yang berhasil lolos ke babak perempat final.
Sunderland sebenarnya dijagokan menang mengingat gap mereka dengan Port Vale terpaut 57 peringkat dalam piramida Liga Inggris.
Meski begitu, kondisinya berbalik saat Port Vale mendapat keajaiban dan membuktikan mereka lebih kuat dari Sunderland.
Sejarah Lolos Perempat Final Piala FA
Gol Ben Waine membuat public Vale Park bergemuruh tatkala ia berhasil membuat Sunderland angkat koper dari turnamen ini.
Pemain asal Selandia Baru itu juga memecahkan rekor 30 tahun lalu sebagai kemenangan pertama mereka atas tim papan atas sejak kemenangan di babak keempat melawan Everton.
Selain itu, kemenangan ini juga menjadi kali pertama bagi mereka lolos ke perempat final Piala FA dalam lebih dari 70 tahun sejak mereka mencapai delapan besar pada tahun 1954.
Meski begitu, bukan perkara mudah bagi tim yang saat ini menghuni posisi juru kunci League One itu untuk bisa melangkah jauh di Piala FA.
Mereka harus menahan serangan Sunderland sepanjang pertandingan setelah nggul pada babak pertama.
Sunderland hanya melakukan dua perubahan dalam susunan pemain dibanding tim yang sebelumnya mengalahkan Leeds pada tengah pekan hingga membawa mereka naik ke peringkat 11 Liga Premier.
Meski diperkuat skuad dengan nilai transfer lebih dari 150 juta pound, tim tersebut gagal memanfaatkan peluang untuk meraih trofi.
Kapten Sunderland, Granit Xhaka, berbicara mengenai rahasia kesuksesan klub promosi tersebut di Premier League 2025-2026.
Dipuji Regis Le Bris
Pelatih Sunderland, Regis Le Bris memberikan pujian kepada Port Vale yang mampu menyingkirkan tim asuhannya.
Ia bahkan menyebut ika para pemainnya tidak memiliki kemampuan untuk mendominasi dari tim tuan rumah.
tingginya untuk lawan kami. Mereka bermain dengan semangat, kesabaran, dan intensitas. Dan kami tidak berada di level itu."
"Ini adalah pertandingan perebutan bola kedua, banyak duel. Kami tidak menunjukkan cukup kemampuan untuk mendominasi hari ini," kata Le Bris kepada TNT Sports dikutip dari Sky Sports.
Meski begitu, Le Bris mencoba legawa dan meminta maaf kepada para penggemarnya yang hadir langsung ke markas Vale Park.
"Ya sudahlah. Kita harus menerimanya. Ini tidak mudah. Ini menyedihkan bagi para penggemar kami, mereka datang jauh-jauh untuk mendukung kami dan kami tidak memberikan energi yang cukup untuk membuat perbedaan. Kompetisi ini sangat ketat. Satu pertandingan, 90 menit, apa pun bisa terjadi," sambungnya.
Sementara itu, pelatih Port Vale, Jon Brady mengatakan jika ia terkejut dengan kemenangan ini.
Ia mengatakan jika catatan positif ini diraih berkat kerja keras timnya selama ini selain juga dibantu kondisi lapangan yang kurang baik.
"Sejujurnya, kami agak terkejut. Kami telah menyusun rencana permainan, bekerja sangat keras, kami tahu kami akan kesulitan tanpa bola dan lapangan akan membantu kami," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang