Frank Lampard Antar Coventry City Promosi ke Premier League
Sejarah besar tercipta bagi Coventry City yang dipastikan kembali bersaing di kasta tertinggi Liga Inggris (Premier League) musim depan.
Kepastian tiket promosi ke Premier League tersebut didapat setelah tim asuhan Frank Lampard bermain imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers di Ewood Park pada Jumat (17/4/2026) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB.
Hasil satu poin dalam laga melawan Blackburn Rovers ini sudah cukup bagi Coventry City untuk mengamankan posisi dua besar di klasemen Championship meski masih menyisakan tiga pertandingan.
Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang para pendukung The Sky Blues selama 25 tahun untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi teratas di Inggris.
Manajer Frank Lampard tampak sangat emosional saat merayakan kesuksesan ini bersama para pemain dan staf di lapangan.
Mantan bintang Chelsea tersebut menggambarkan keberhasilan membawa tim promosi secara otomatis—terutama tanpa dukungan dana besar (non-parachute payment)—sebagai sebuah prestasi yang sangat spesial.
"Untuk bisa promosi secara otomatis sebagai tim tanpa pembayaran parasut dengan tiga pertandingan tersisa... anak-anak ini telah berhasil mencapai sesuatu yang istimewa dan unik," kata Lampard kepada Sky Sports.
Lampard juga menekankan betapa sulitnya mencuri poin dalam tekanan besar di markas lawan pada fase krusial kompetisi.
"Inilah intinya. Datang ke sini dan mendapatkan satu poin di tahap ini bukanlah hal mudah," tambahnya.
Ketahanan Mental Usai Kegagalan Masa Lalu
Kesuksesan Coventry City musim ini tidak lepas dari ketangguhan mental skuad dalam bangkit dari kekecewaan di babak play-off musim sebelumnya.
Lampard mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang terus menunjukkan perkembangan sejak ia mengambil alih kemudi tim di CBS Arena pada November 2024.
"Melakukan ini setelah 25 tahun... luar biasa. Ketahanan untuk bangkit kembali setelah kalah di babak play-off (musim lalu dari Sunderland)," tutur Lampard.
"Kami berbicara di musim panas tentang apa yang bisa kami lakukan musim ini dan apakah kami bisa finis di posisi ketiga atau keempat untuk mendapatkan pertandingan play-off kandang di laga kedua, yang tidak kami lakukan tahun lalu," imbuhnya.
Ia merasa sangat puas karena para pemain mampu melampaui ekspektasi tersebut.
"Rasanya sangat menyenangkan bahwa anak-anak berhasil menyelesaikan ini," ucap manajer berusia 47 tahun tersebut.
Salah Satu Prestasi Terbesar
Bagi Lampard, meskipun ia telah memenangkan berbagai gelar bergengsi seperti Liga Champions saat masih berseragam Chelsea, membawa tim keluar dari divisi Championship memberikan kepuasan yang berbeda secara emosional.
Ia mengaku telah jatuh cinta dengan proyek olahraga dan basis penggemar di Midlands sejak tiba 15 bulan yang lalu.
"Saya bangga pada diri saya sendiri dan staf," tegas pelatih kelahiran London pada 20 Juni 1978.
"Kami datang ke tempat yang agak asing sekitar 15 bulan yang lalu ketika kami tiba dengan mobil penumpang."
"Kami telah jatuh cinta dan ini termasuk salah satu pencapaian terbesar saya. Saya sangat bangga menjadi manajer," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang