Pesan Guardiola untuk Premier League
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, meminta Premier League tidak ikut campur terhadap keputusan Oliver Glasner terkait kemungkinan merotasi pemain saat menghadapi Arsenal pada pekan terakhir musim.
Laga Crystal Palace dan Arsenal berpotensi menentukan perebutan gelar Premier League musim ini.
Namun, Palace juga dijadwalkan tampil di final UEFA Conference League melawan Rayo Vallecano tiga hari setelah pertandingan tersebut.
Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa Palace bisa menurunkan tim lapis kedua demi menjaga kebugaran pemain utama untuk partai final Eropa.
Guardiola: Biarkan Pelatih Menentukan Timnya
Guardiola menegaskan setiap pelatih memiliki hak penuh menentukan komposisi tim terbaik bagi klubnya sendiri tanpa intervensi pihak lain.
“Biarkan para pelatih melakukan apa yang harus mereka lakukan,” ujar Guardiola jelang laga timnya sendiri melawan Crystal Palace pada Kamis (14/5/2026) dini hari WIB.
“Semakin sedikit Premier League terlibat dalam keputusan-keputusan seperti ini, akan semakin baik bagi kami semua. Jadi biarkan semuanya berjalan, dan para pelatih melakukan tugas mereka. Tidak ada masalah.”
Gelandang serang Manchester City, Antoine Semenyo, merayakan gol bersama Savinho, Omar Marmoush, dan Phil Foden pada laga Liga Inggris antara Manchester City dan Crystal Palace di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 13 Mei 2026.
Manchester City sendiri masih berusaha menjaga peluang juara hingga pekan terakhir musim. City berharap bisa memangkas jarak poin dengan Arsenal sebelum persaingan gelar ditentukan pada laga penutup.
Guardiola juga menegaskan timnya tidak boleh mencari kambing hitam apabila gagal menyalip Arsenal dalam perburuan gelar.
Glasner Fokus pada Kepentingan Crystal Palace
Sebelumnya, Glasner telah lebih dulu menepis anggapan bahwa rotasi pemain Palace bisa memengaruhi integritas kompetisi.
Pelatih asal Austria itu menegaskan dirinya hanya bertanggung jawab terhadap kepentingan Crystal Palace.
“Saya belum tahu apa yang akan kami lakukan nanti. Mungkin kami akan memainkan susunan pemain yang sama seperti saat menghadapi Rayo,” kata Glasner.
“Pada akhirnya perebutan gelar ditentukan oleh 38 pertandingan dan semua tim mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan.”
Glasner juga menyebut kritik terkait kemungkinan rotasi pemain sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.
“Bukan hanya pertandingan terakhir yang menentukan. Ada 37 pertandingan sebelumnya. Jika ada tim lain melakukan rotasi melawan City atau Arsenal, itu juga memengaruhi persaingan gelar.”
“Saya tidak bertanggung jawab terhadap Arsenal dan saya juga tidak bertanggung jawab terhadap Manchester City. Saya bertanggung jawab terhadap Crystal Palace dan saya dibayar untuk melakukan yang terbaik bagi Crystal Palace,” ujar Glasner.
Palace Fokus pada Final
Crystal Palace menjalani musim bersejarah setelah berhasil mencapai final UEFA Conference League pada musim pertama mereka tampil di kompetisi Eropa.
Situasi tersebut membuat Glasner harus mempertimbangkan kondisi fisik pemain menjelang laga final yang akan digelar hanya beberapa hari setelah pertandingan Premier League terakhir musim ini.
Di sisi lain, Arsenal dan Manchester City masih terlibat persaingan ketat dalam perebutan gelar Liga Inggris hingga penghujung musim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang