Geger! Data KMI Bongkar VAR 'Zalimi' MU, Setan Merah Paling Sial di Premier League, Chelsea Paling Diuntungkan

Pemain Manchester United
Pemain Manchester United

 Teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Premier League musim 2025/2026 memicu perdebatan panas. Memasuki tahun keenam penggunaannya, teknologi yang diharapkan membawa keadilan ini justru dinilai masih jauh dari kata sempurna.

Berdasarkan laporan terbaru dari Panel Key Match Incidents (KMI) Premier League hingga pekan ke-19, kontroversi keputusan wasit justru meningkat dibandingkan musim lalu. Tercatat ada 13 kesalahan fatal yang dilakukan VAR dalam setengah musim ini.

Manchester United Paling Dirugikan

Manchester United menjadi sorotan utama dalam laporan ini. Setan Merah tercatat sebagai tim yang paling sering menjadi ‘korban’ keputusan keliru dari bilik VAR. Tim asuhan Erik ten Hag (atau manajer saat itu) mengantongi selisih keputusan -2.

Nasib kurang beruntung ini juga dialami oleh raksasa lainnya. Manchester City dan Liverpool sama-sama masuk dalam daftar tim yang dirugikan dengan catatan selisih -1.

Chelsea dan Newcastle Paling 'Hoki'

Di sisi lain, Chelsea muncul sebagai tim yang paling diuntungkan oleh keputusan VAR musim ini. The Blues mencatatkan selisih +3, yang berarti ada tiga keputusan krusial VAR yang keliru namun justru menguntungkan posisi mereka di lapangan.

Menyusul Chelsea, ada Newcastle United yang juga mendapatkan tren positif dari kesalahan VAR dengan catatan selisih +2.

Daftar Selisih Keputusan VAR Premier League (Hingga Pekan 19)

Berikut adalah rincian tim yang paling diuntungkan hingga yang paling dirugikan berdasarkan selisih poin keputusan VAR:

Kelompok Tim yang Diuntungkan:

  • Chelsea: +3 (3 menguntungkan, 0 merugikan)
  • Newcastle United: +2 (2 menguntungkan, 0 merugikan)
  • Arsenal: +1 (1 menguntungkan, 0 merugikan)
  • Tottenham Hotspur: +1 (1 menguntungkan, 0 merugikan)
  • West Ham: +1 (1 menguntungkan, 0 merugikan)

Kelompok Tim Netral (Selisih 0):

  • Bournemouth, Everton, Wolves (Ada keputusan untung dan rugi yang saling menutupi).
  • Aston Villa, Burnley, Leeds, Nottingham Forest, Sunderland (Belum ada catatan kesalahan krusial).

Kelompok Tim yang Dirugikan:

  • Manchester United: -2 (0 menguntungkan, 2 merugikan)
  • Manchester City: -1 (0 menguntungkan, 1 merugikan)
  • Liverpool: -1 (0 menguntungkan, 1 merugikan)
  • Brighton: -1 (0 menguntungkan, 1 merugikan)
  • Fulham: -1 (0 menguntungkan, 1 merugikan)
  • Crystal Palace: -1 (0 menguntungkan, 1 merugikan)
  • Brentford: -1 (1 menguntungkan, 2 merugikan)

Inkonsistensi Masih Jadi Masalah Besar

Meski secara statistik jumlah kesalahan ini masih lebih sedikit dibandingkan musim ‘horor’ 2022/2023, publik tetap mempertanyakan konsistensi para pengadil lapangan. Kenaikan jumlah kesalahan dari musim lalu di fase yang sama (pekan 19) menjadi alarm bagi otoritas Premier League.

Panel KMI menegaskan bahwa meskipun VAR membantu wasit, urusan persepsi keadilan dan konsistensi pengambilan keputusan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas hingga saat ini.