Faktor yang Bisa Buat Manchester United Juara Premier League 2025/2026

Pemain Manchester United merayakan gol ke gawang Fulham
Pemain Manchester United merayakan gol ke gawang Fulham

 Manchester United saat ini memang masih tertinggal cukup jauh dalam persaingan menuju juara Liga Inggris musim ini. Setan Merah di peringkat keempat klasemen sementara, berjarak 12 poin dari Arsenal yang memuncaki klasemen. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya menutup peluang MU untuk ikut mengusik perburuan gelar.

Faktor jadwal justru menjadi senjata utama MU. Tidak tampil di kompetisi Eropa dan telah tersingkir dari Piala Liga serta Piala FA membuat Bruno Fernandes dan kawan-kawan hanya fokus pada Liga Inggris. Alhasil, MU menikmati ritme ideal: bermain satu kali dalam sepekan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi ini berbanding lurus dengan performa mereka. Di bawah kendali Michael Carrick, MU tengah berada dalam tren positif. Tiga kemenangan beruntun berhasil diraih, yang sekaligus mengangkat kepercayaan diri tim.

Saat ini, MU mengoleksi 41 poin di klasemen sementara. Mereka hanya terpaut enam poin dari Manchester City dan lima angka dari Aston Villa yang menempati peringkat ketiga. Jarak itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dipangkas, terutama melihat jadwal padat yang dihadapi para rival.

Arsenal dan Manchester City, misalnya, masih harus berjibaku di empat kompetisi. Selain Liga Inggris, kedua tim juga berlaga di Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions. Status sebagai kandidat juara di berbagai ajang membuat fokus mereka terbelah.

Dalam waktu dekat, Arsenal akan menghadapi Chelsea, sementara Manchester City bentrok dengan Newcastle di semifinal Piala Liga. Setelah itu, keduanya masih harus kembali ke Liga Inggris di akhir pekan, dengan Arsenal melawan Sunderland dan City menghadapi Liverpool.

Kondisi berbeda dialami MU. Mereka memiliki waktu persiapan penuh selama sepekan untuk menghadapi Tottenham Hotspur. Carrick bisa dengan leluasa menyusun strategi, menganalisis kekuatan lawan, hingga memaksimalkan aspek kebugaran pemain.

Aston Villa pun tak sepenuhnya diuntungkan. Meski sudah tersingkir dari Piala Liga, mereka masih harus tampil di Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Europa, yang tentu menguras tenaga dan konsentrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya, dalam tiga laga terakhir, Arsenal dan Manchester City hanya mampu mengamankan empat poin. Aston Villa bahkan cuma mengoleksi tiga poin. Sebaliknya, MU terus melaju dengan hasil maksimal.

Dengan momentum yang dimiliki serta keuntungan jadwal yang lebih ringan, MU berpeluang besar memangkas jarak dengan tim-tim di atasnya. Jika tren ini berlanjut, bukan tak mungkin persaingan di papan atas Liga Inggris akan semakin panas—dan Manchester United bisa kembali masuk dalam pembicaraan perebutan gelar.