Como Menang Beruntun, Fabregas Beri Peringatan
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, mengingatkan timnya untuk tetap konsentrasi meski baru saja meraih kemenangan beruntun.
Como 1907 sukses melanjutkan tren positif mereka di Liga Italia 2025-2026 denganmembungkam tuan rumah Pisa SC dengan skor 3-0 pada pekan ke-19.
Dalam pertandingan yang digelar di Arena Garibaldi pada Selasa (6/1/2026) waktu setempat itu, Como menang berkat gol-gol yang dicetak oleh Maximo Perrone (68') dan Tasos Douvikas (76', 90+6' pen.).
Pisa sejatinya memiliki kesempatan untuk mencetak gol melalui penalti pada menit ke-85. Tetapi tendangan M'Bala Nzola berhasil ditepis oleh kiper Como, Jean Butez.
Setelah pertandingan, Cesc Fabregas mengungkapkan rasa senangnya atas hasil positif yang diraih oleh timnya.
Marc Oliver Kempf merayakan gol dengan rekan satu timnya dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Como vs Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia di Como, Italia pada 19 Oktober 2025. Piero CRUCIATTI/AFP
Fabregas Tak Mau Como Terlena
Namun, dia juga mengingatkan agar para pemain tidak terlena dengan tren kemenangan ini.
Fabregas menekankan bahwa Como masih melakukan beberapa kesalahan saat berhadapan dengan Pisa, termasuk pelanggaran Maxence Caqueret yang berujung pada penalti untuk Pisa.
"Poin tetaplah poin, kuncinya adalah tim terus berkembang," kata Fabregas dalam wawancara dengan Tuto Como.
"Hari ini, pujian harus diberikan kepada Pisa, yang berjuang keras dan mengerahkan banyak energi."
"Dari pihak kami, kami harus menemukan beberapa solusi untuk melakukan perubahan agar lebih efektif, baik di dalam maupun luar kotak penalti."
Detail Kecil Buat Perbedaan
"Gol berhasil tercipta, tetapi sedikit kelengahan menyebabkan beberapa masalah bagi kami, seperti dalam kasus penalti yang diberikan untuk Pisa."
"Ini adalah detail kecil, tetapi membuat perbedaan besar. Kami harus tetap fokus," tambahnya.
Meski meraih kemenangan, Como tetap berada di posisi keenam klasemen Liga Italia. Sebab, dua tim di atas mereka, AS Roma dan Juventus, juga berhasil meraih tiga poin.
Como yang dimiliki oleh konglomerat asal Indonesia, Hartono Bersaudara, kini mengantongi 33 poin dari 18 pertandingan.
Sementara Pisa yang dilatih oleh Alberto Gilardino terpuruk di zona degradasi dengan hanya 12 poin dari 19 pertandingan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang