Jangan Sampai Kalap! Begini Rumus Atur Uang THR Supaya Tidak Habis Dalam Sekejap

Ilustrasi uang rupiah.
Ilustrasi uang rupiah.

Tunjangan Hari Raya atau THR selalu menjadi momen yang dinanti menjelang Idulfitri. Tambahan pemasukan ini kerap dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari belanja kebutuhan pokok, membeli pakaian baru, hingga berbagi dengan keluarga. 

Namun tanpa perencanaan yang matang, uang THR bisa habis dalam waktu singkat. Agar kondisi keuangan tetap sehat setelah Lebaran, Anda perlu menerapkan rumus atur uang THR yang tepat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut beberapa rumus yang bisa Anda terapkan, sebagaimana dirangkum Viva pada Jumat, 27 Februari 2026.

1. Rumus 40, 30, 20, 10

Salah satu rumus atur uang THR yang populer adalah pembagian 40 persen, 30 persen, 20 persen, dan 10 persen. Skema ini membantu Anda mengalokasikan dana secara seimbang. Sebanyak 40 persen digunakan untuk kebutuhan Lebaran, seperti zakat, belanja bahan makanan, pakaian, dan biaya mudik. 

Lalu 30 persen dialokasikan untuk membayar utang atau kewajiban yang tertunda. Selanjutnya 20 persen masuk ke tabungan atau investasi. Terakhir, 10 persen dapat digunakan untuk berbagi, memberi hadiah, atau keperluan sosial lainnya.

2. Rumus 50, 30, 20

Jika Anda tidak memiliki utang, rumus 50, 30, 20 bisa menjadi pilihan. Sebanyak 50 persen untuk kebutuhan dan pengeluaran Lebaran, 30 persen untuk tabungan atau dana darurat, dan 20 persen untuk investasi atau pengembangan diri.

Rumus ini cocok bagi Anda yang ingin memanfaatkan THR untuk memperkuat kondisi finansial sekaligus tetap menikmati momen Hari Raya tanpa rasa khawatir.

3. Prioritaskan Zakat dan Kewajiban

Sebelum membagi ke pos lain, pastikan Anda sudah mengeluarkan zakat dan kewajiban yang harus dibayarkan. Hal ini penting agar penggunaan THR lebih tertib dan tidak menimbulkan beban di kemudian hari. Setelah kewajiban terpenuhi, barulah Anda mengalokasikan dana ke kebutuhan lain.

4. Sisihkan Minimal 30 Persen untuk Tabungan

Banyak orang tergoda menghabiskan THR untuk konsumsi. Padahal, menyisihkan minimal 30 persen untuk tabungan atau dana darurat dapat memberikan perlindungan finansial jika terjadi kondisi tak terduga. Dana darurat idealnya mencakup tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin.

Jika dana darurat sudah aman, Anda bisa mengarahkan dana tersebut ke instrumen investasi seperti reksa dana pasar uang, emas, atau deposito sesuai profil risiko Anda.

5. Hindari Belanja Impulsif

Rumus atur uang THR tidak akan efektif jika Anda tetap berbelanja secara impulsif. Buat daftar kebutuhan sebelum berbelanja dan tentukan batas anggaran. Hindari penggunaan kartu kredit secara berlebihan agar tidak menimbulkan utang baru setelah Lebaran.

6. Manfaatkan THR untuk Tujuan Keuangan Jangka Panjang

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain kebutuhan rutin, Anda bisa menggunakan sebagian THR untuk tujuan jangka panjang, seperti biaya pendidikan, renovasi rumah, atau modal usaha kecil. Dengan demikian, THR tidak hanya menjadi tambahan konsumsi musiman, tetapi juga investasi masa depan.

Mengatur uang THR dengan rumus yang tepat membantu Anda menjaga stabilitas keuangan setelah perayaan usai. Kunci utamanya adalah disiplin dalam membagi anggaran dan konsisten menjalankannya. Selamat mencoba!