BMKG Catat 392.777 Sambaran Petir di Bali Januari 2026, Ini Wilayah Paling Sering

BMKG, petir, sambaran petir, Bali, BMKG Catat 392.777 Sambaran Petir di Bali Januari 2026, Ini Wilayah Paling Sering

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Denpasar melaporkan jumlah sambaran petir di Bali sepanjang Januari 2026 mencapai 392.777 kejadian.

"Secara bulanan, jumlah itu menunjukkan penurunan dibandingkan Desember 2025 sebanyak 595.421 kali sambaran," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Stasiun Geofisika BMKG I Ketut Sudiarta pada Minggu (15/2/2026), dilansir dari Antara.

BMKG menjelaskan, angka sambaran petir pada Januari masih berkaitan dengan pola musim hujan yang umumnya berlangsung pada periode November hingga Februari.

Meski masih dalam puncak musim basah, jumlah kejadian pada Januari 2026 tercatat lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini diduga karena berkurangnya pembentukan awan Cumulonimbus (Cb), yakni jenis awan badai yang menjadi sumber utama terjadinya petir.

Awan Cb biasanya tumbuh ketika kondisi atmosfer dalam keadaan lembap dan tidak stabil secara termodinamika.

Rincian Jenis Petir yang Menyambar

Dari total 392.777 sambaran, BMKG merinci petir dalam awan (Intra Cloud/IC) sebanyak 63.086 kali. Sementara itu, petir dari awan ke tanah (Cloud to Ground/CG) mendominasi dengan 329.691 sambaran.

Untuk kategori CG, petir bermuatan positif (CG+) yang umumnya berupa sambaran tunggal tercatat 121.619 kali. Adapun petir bermuatan negatif (CG-) yang berciri cabang lebih banyak mencapai 208.072 kejadian.

BMKG menegaskan bahwa petir jenis CG merupakan yang paling berbahaya karena berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan, kebakaran, hingga korban jiwa.

Perbandingan Data Historis Januari 2009–2026

Jika dibandingkan dengan data Januari pada periode 2009 hingga 2026, jumlah sambaran petir Januari 2026 tergolong lebih rendah.

Rekor tertinggi terjadi pada Januari 2010 dengan 1.071.688 sambaran, sedangkan angka terendah tercatat pada Januari 2013 sebanyak 199.489 kejadian.

BMKG juga mencatat, sebagian besar petir CG pada Januari 2026 terjadi sekitar pukul 17.00 WITA.

“Banyaknya petir pada jam itu mengindikasikan bahwa cukup tinggi potensi pembentukan awan hujan (konvektif) pada waktu bersamaan,” imbuh I Ketut Sudiarta.

Wilayah dengan Kerapatan Petir Tertinggi di Bali

Dari sisi kerapatan, aktivitas petir di Bali umumnya berada pada kategori rendah hingga tinggi, yakni kurang dari delapan sambaran per kilometer persegi sampai lebih dari 16 sambaran per kilometer persegi.

Daerah dengan kerapatan tinggi pada Januari 2026 meliputi:

  • Kabupaten Tabanan
  • Klungkung (khususnya Nusa Penida)
  • Sebagian wilayah Badung, Buleleng, Jembrana, dan sebagian kecil Denpasar.

Memasuki periode 1–8 Februari 2026, petir jenis CG- masih mendominasi dengan 7.770 kejadian. Sementara itu, CG+ tercatat 2.773 kali dan IC sebanyak 1.495 kali.

Sebagai perbandingan tahunan, sepanjang 2025 jumlah total sambaran petir di Bali mencapai sekitar 3,45 juta kejadian berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar BMKG.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang