BMKG Catat 213 Titik Panas di Riau, Jarak Pandang Mulai Menurun

kebakaran hutan dan lahan, BMKG Catat 213 Titik Panas di Riau, Jarak Pandang Mulai Menurun, Di mana saja sebaran titik panas di Riau?, Apakah titik panas berdampak pada kondisi udara?, Bagaimana kondisi titik panas di Pulau Sumatera?, Bagaimana upaya pemadaman kebakaran dilakukan?

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi ratusan titik panas di Provinsi Riau yang berpotensi mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Fenomena ini menjadi perhatian serius karena dapat memicu kabut asap serta berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Anggun R, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (28/3/2026) pukul 07.00 WIB, terdapat 213 titik panas di wilayah Riau.

"Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (28/3/2026) pukul 07.00 WIB," katanya dalam keterangan di Pekanbaru dikutip dari Antara.

Di mana saja sebaran titik panas di Riau?

Dari total 213 titik panas, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni mencapai 91 titik.

Selain Bengkalis, sebaran titik panas juga ditemukan di sejumlah daerah lain, antara lain:

  • Kabupaten Pelalawan: 76 titik
  • Kabupaten Indragiri Hilir: 22 titik
  • Kabupaten Indragiri Hulu: 11 titik
  • Kota Dumai: 11 titik
  • Kabupaten Siak: 1 titik
  • Kabupaten Rokan Hilir: 1 titik

Sebaran ini menunjukkan bahwa potensi karhutla tersebar luas di berbagai wilayah, terutama di kawasan dengan lahan gambut yang rentan terbakar.

Apakah titik panas berdampak pada kondisi udara?

Sejumlah titik panas tersebut diketahui berkaitan dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang memicu munculnya asap. Dampaknya mulai dirasakan di beberapa wilayah dengan menurunnya jarak pandang.

Di Kabupaten Pelalawan, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 5 kilometer, sementara di Kabupaten Kampar mencapai sekitar 6 kilometer.

Kondisi ini menjadi indikator awal adanya gangguan kualitas udara yang berpotensi memburuk jika kebakaran tidak segera ditangani.

Bagaimana kondisi titik panas di Pulau Sumatera?

Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 350 titik panas di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak.

Sementara itu, provinsi lain juga mencatat jumlah titik panas sebagai berikut:

  • Kepulauan Riau: 52 titik
  • Sumatera Utara: 37 titik
  • Sumatera Barat: 14 titik
  • Jambi: 11 titik
  • Sumatera Selatan: 7 titik
  • Bengkulu: 6 titik
  • Bangka Belitung: 5 titik
  • Aceh: 4 titik

Data ini menunjukkan bahwa potensi karhutla tidak hanya terjadi di Riau, tetapi juga meluas ke berbagai wilayah di Sumatera.

Bagaimana upaya pemadaman kebakaran dilakukan?

Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPI Dalkarhut) Wilayah Sumatera saat ini masih terus berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik.

Kebakaran yang terjadi tercatat memiliki luasan mencapai ratusan hektare dan tersebar di beberapa lokasi.

Beberapa titik kebakaran dengan luasan signifikan antara lain:

  • Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan dengan luas sekitar 53,3 hektare
  • Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kabupaten Siak seluas sekitar 22 hektare
  • Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan dengan luas sekitar 20 hektare
  • Desa Talang Jerinjing, Kabupaten Indragiri Hulu seluas sekitar 15 hektare

Upaya pemadaman terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak untuk mencegah meluasnya kebakaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang