BMKG Catat 547 Gempa Guncang Bali Sepanjang 2025, Paling Banyak di November

BMKG Catat 547 Gempa Guncang Bali Sepanjang 2025, Paling Banyak di November

 Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat sebanyak 547 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Bali sepanjang tahun 2025.

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan di Pulau Dewata masih relatif tinggi, meski jumlahnya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa dari ratusan kejadian gempa tersebut, hanya sebagian kecil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Dari total jumlah kejadian itu, 10 gempa di antaranya dirasakan,” kata Cahyo Nugroho di Denpasar, Bali, Minggu (4/1/2026).

Bagaimana perbandingan gempa Bali 2025 dengan tahun sebelumnya?

Pusat Gempa Regional (PGR) III mencatat jumlah gempa bumi di Bali selama 2025 lebih rendah dibandingkan tahun 2024.

Pada 2024, tercatat sebanyak 582 kejadian gempa bumi dengan mayoritas memiliki kekuatan magnitudo di bawah 3.

Meski jumlah kejadian menurun, karakteristik kegempaan pada 2025 dinilai tidak jauh berbeda. Aktivitas gempa masih didominasi oleh gempa berkekuatan kecil dengan kedalaman dangkal.

“Pada tahun 2025 aktivitas kegempaan sama dengan tahun 2024 yaitu didominasi gempa bumi berkekuatan magnitudo di bawah 3 dengan kedalaman dangkal hingga kurang dari atau sama dengan 60 kilometer, yaitu sebanyak 331 kejadian,” ujar Cahyo.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar gempa yang terjadi merupakan gempa kecil yang umumnya tidak menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat.

Kapan gempa paling sering terjadi sepanjang 2025?

Berdasarkan catatan BBMKG, frekuensi gempa bumi di Bali sepanjang 2025 mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan. Namun, jumlah kejadian terbanyak tercatat terjadi pada November 2025.

Sepanjang bulan tersebut, tercatat sebanyak 115 kali gempa bumi mengguncang wilayah Bali. Tingginya frekuensi gempa pada periode tersebut menjadi perhatian, meskipun sebagian besar gempa tidak dirasakan oleh masyarakat.

Selain frekuensi kejadian, BBMKG juga mencatat gempa dengan kekuatan paling besar yang terjadi selama 2025. Gempa tersebut memiliki magnitudo 5,4 dan terjadi pada 17 April 2025.

Gempa ini berpusat di laut dengan episenter berjarak sekitar 303 kilometer arah tenggara Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Getaran gempa tidak hanya dirasakan di wilayah Bali, tetapi juga hingga Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu gempa yang cukup diperhatikan karena cakupan wilayah getarannya yang luas, meskipun tidak dilaporkan menimbulkan kerusakan besar.

Bagaimana kondisi kegempaan di Bali, NTB, dan NTT?

Tidak hanya Bali, Pusat Gempa Regional III juga mencatat aktivitas kegempaan di wilayah yang lebih luas, meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan data seismisitas wilayah tersebut, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 6.215 kejadian gempa bumi. Dari jumlah itu, sebanyak 67 kejadian merupakan gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat.

Cahyo menjelaskan bahwa pola kegempaan di tiga provinsi tersebut relatif seragam.

“Pada periode itu aktivitas kegempaan didominasi gempa bumi berkekuatan magnitudo di bawah 3, dengan kedalaman dangkal hingga kurang dari atau sama dengan 60 kilometer yaitu 4.875 kejadian,” katanya.

Dalam lingkup wilayah Bali, NTB, dan sebagian NTT, jumlah gempa bumi terbanyak tercatat terjadi pada Januari 2025. Pada bulan tersebut, tercatat sebanyak 795 kejadian gempa bumi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang