Jawa Barat Diguncang 108 Gempa dan 1 Juta Sambaran Petir Sepanjang November 2025

BMKG Bandung, gempa Jawa Barat, badan meteorologi klimatologi dan geofisika, sambaran petir di jawa barat, Jawa Barat Diguncang 108 Gempa dan 1 Juta Sambaran Petir Sepanjang November 2025

BMKG Stasiun Geofisika Bandung melaporkan bahwa aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya menunjukkan dinamika yang cukup signifikan sepanjang November 2025.

Total sebanyak 108 kali gempa bumi tercatat mengguncang wilayah tersebut dalam satu bulan terakhir.

Data ini menunjukkan bahwa Jawa Barat masih menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas tektonik yang cukup tinggi di Indonesia.

Menurut BMKG, gempa bumi yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter yang bervariasi. Meskipun demikian, catatan resmi menunjukkan bahwa tidak ada gempa bumi dengan kedalaman menengah hingga dalam (lebih dari 60 hingga 300 km) pada periode ini.

Kedalaman gempa tercatat berada pada rentang 1 km hingga 197 km, yang menunjukkan bahwa sebagian besar kejadian tergolong dangkal dan berpotensi lebih dirasakan oleh masyarakat.

Dari sisi magnitudo, gempa terbesar yang terjadi sepanjang November 2025 mencapai magnitudo 3.8, sedangkan magnitudo terkecil tercatat sebesar 1.0.

Berdasarkan lokasi episentrum, sebanyak 42 gempa berpusat di laut, sedangkan 66 kejadian lainnya terjadi di darat.

Perbedaan ini menunjukkan variasi sumber gempa yang berasal dari aktivitas sesar lokal maupun interaksi lempeng di wilayah sekitar Jawa Barat.

Gempa Apa Saja yang Dirasakan Warga?

BMKG mencatat bahwa terdapat delapan gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat. Salah satu kejadian yang cukup menonjol terjadi pada 20 November 2025 pukul 00:31:33 WIB. Gempa ini berpusat pada koordinat 7.18 LS dan 107.63 BT di kedalaman 3 km.

"Gempa bumi berkekuatan 3.4 ini berlokasi di 20 km Tenggara Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Gempa bumi ini dirasakan Pangalengan III-IV MMI, Banjaran, Ibun, Kertasari, Pasirjambu, Baleendah, Margaasih II-III MMI," kata Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, Senin (1/12/2025).

Skala intensitas MMI III-IV menandakan bahwa sebagian warga dapat merasakan getaran cukup kuat, termasuk benda ringan yang mungkin bergoyang.

Sementara itu, wilayah dengan intensitas II-III MMI merasakan getaran ringan yang tidak menyebabkan kerusakan.

Mengapa Aktivitas Petir di Jabar Sangat Tinggi?

Selain aktivitas gempa bumi, BMKG juga mencatat jumlah sambaran petir yang sangat tinggi selama November 2025.

Total sebanyak 1.020.379 kejadian petir terjadi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya sepanjang bulan tersebut.

Aktivitas sambaran petir tertinggi tercatat pada minggu pertama November 2025. Pada periode tersebut, petir jenis CG (-) mencapai 267.285 kejadian, sedangkan petir CG (+) tercatat sebanyak 168.099 kejadian.

Secara kumulatif, minggu pertama menjadi periode paling aktif dengan total 435.384 kejadian petir.

"Sepanjang periode November 2025, kejadian petir tertinggi terjadi pada minggu kesatu November 2025 sebanyak 435.384 kejadian dan jumlah kejadian terendah terjadi pada minggu keempat November 2025 sebanyak 84.038 kejadian. Sambaran petir tertinggi terjadi di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Garut," kata Teguh.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul BMKG Catat 108 Kejadian Gempa Bumi Guncang Jabar Sepanjang November 2025.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang