Sulis Comeback, Persembahkan Suara Sukma Palestina Sebagai Doa untuk Gaza
Setelah lama vakum, Sulis akhirnya kembali ke industri musik religi dengan dua single terbaru bertema kemanusiaan dan Palestina. Lewat lagu Suara Sukma Palestina (Sholawat Cinta untuk Gaza) dan Sholawat Cinta (Satukan Hati), penyanyi yang identik dengan album Cinta Rasul ini menegaskan misi barunya, menyuarakan kepedulian terhadap Gaza melalui lantunan sholawat.
Comeback Sulis bukan sekadar nostalgia. Ia hadir membawa pesan kuat tentang solidaritas, iman, dan perjuangan rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi konflik berkepanjangan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Bagi Sulis, musik religi bukan hanya hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan empati. Melalui Suara Sukma Palestina, ia ingin mengirimkan pesan bahwa Gaza tidak sendirian.
“Suara Sukma Palestina adalah simbol perjuangan, simbol kekuatan, simbol perlawanan terhadap penjajahan, dan simbol keimanan,” ujar Sulis dengan nada bergetar.
Kembalinya Sulis menjawab kerinduan penggemar yang selama ini menanti karya terbarunya. Namun kali ini, ia membawa misi yang lebih besar dari sekadar merilis lagu.
“Jadi setelah vakum beberapa tahun, hari ini saya datang kembali dengan kembali menyuarakan kecitanaan dan kepedulian saya terhadap saudara-saudara saya di Palestina,” tutur Sulis.
Selama proses produksi dua lagu tersebut, Sulis mengaku sangat tersentuh oleh keteguhan hati warga Palestina, khususnya anak-anak. Ia merasa takjub melihat kuatnya iman yang tetap terjaga meski hidup di tengah peperangan.
“Bagaimana kita bisa melihat anak-anak kecil di sana kalau berkata itu seperti orang bersabda gitu. Kalimat-kalimat itu kalimat-kalimat yang penuh dengan langkah,” kenang Sulis.
Dua lagu ini, menurutnya, menjadi manifestasi doa yang ia lantunkan melalui musik.
“Doa saya satu, mereka mendapatkan haknya, mereka mendapatkan tanahnya sendiri, rumahnya sendiri, mereka berhasil mengusir penjajah, dan mereka cepat merdeka seperti hari ini kita rasakan di negeri kita,” ucap Sulis.
Di balik proses kreatifnya, Sulis ternyata menerima kejutan dari sang suami, Muhammad Nur Ohoitenan alias Junaedi. Ia sama sekali tidak menyangka akan merilis lagu bertema Palestina dalam waktu dekat.
“Sebenernya saya tuh dikasih kejutan sama suami saya, tiba-tiba saya ditelepon oleh Mas Anwar Fauzi, ‘Please ambil nada’. Lagu apa? Pokoknya ambil nada aja dulu. Jadi suami saya ini diam-diam kerjasama sama Mas Anwar Fauzi untuk penciptakan dua lagu ini,” ungkap Sulis.
Proses penulisan lirik Suara Sukma Palestina bahkan berlangsung sangat cepat. Emosi yang menumpuk dari melihat berbagai video tentang kondisi Palestina di media sosial mengalir menjadi bait-bait lagu hanya dalam hitungan menit.
“Lima sampai sepuluh menit (proses nulis lirik), Masya Allah. Karena udah hari-hari itu ngeliatin video-video teman-teman di Palestine. Jadi itu udah menjadi memang isi hatinya, isi batin dia, dan itu isi hati kita semua,” jelas Sulis.
Sulis memastikan perjuangannya lewat musik tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar dirasakan rakyat Palestina.
“Jadi saya tidak akan pernah berhenti, tidak akan pernah bungkam untuk terus mengungkap cinta saya dan menyuarakan kebersamaan saya sampai layak Palestina,” tutup Sulis dengan nada tegas.
Saat ini, lagu Suara Sukma Palestina (Sholawat Cinta untuk Gaza) dan Sholawat Cinta (Satukan Hati) sudah tersedia di berbagai platform streaming digital dan dapat didengarkan oleh masyarakat luas.