Keistimewaan Draft Coffee, Inovasi Kopi Cepat Tanpa Gula tapi Rasa Tetap Smooth

Penyajian draft coffee di Tanamera
Penyajian draft coffee di Tanamera

Perkembangan industri kopi beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama di kota-kota besar. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan cita rasa, tetapi juga kecepatan penyajian, konsistensi kualitas, serta pengalaman saat menikmati kopi. Beragam inovasi pun bermunculan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Salah satu konsep yang mulai dikenal adalah draft coffee. Berbeda dari kopi dingin biasa, draft coffee menggunakan sistem tap atau keran seperti minuman draft, yang memungkinkan penyajian lebih cepat dengan tekstur lebih lembut. Metode ini umumnya memanfaatkan teknik cold brew yang kemudian diproses menggunakan mesin khusus.

Di Indonesia, konsep ini turut dihadirkan oleh Tanamera Coffee Indonesia melalui pengembangan produk draft coffee. General Manager Tanamera, Rangga Hady Tama, menjelaskan bahwa inovasi ini berangkat dari kebutuhan konsumen urban. 

Draft Coffee di Tanamera

Draft Coffee di Tanamera

“Kita mau kopi itu cepat. Tapi kita tetap mau fresh, smooth dan effortless,” ujarnya di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026. 

Menurut Rangga, selama ini kopi dengan kualitas baik kerap identik dengan waktu tunggu yang cukup lama. 

“Biasanya kualitas itu berbanding lurus sama waktu tunggu ya untuk mendapatkan produk kualitas,” ujarnya lagi. 

Karena itu, timnya melakukan riset dan pengembangan sekitar satu hingga satu setengah tahun untuk menghadirkan solusi yang tetap menjaga mutu rasa.

Secara teknis, draft coffee ini berbasis cold brew. “Jadi ini adalah technically hanya kopi yang diseduh dengan air suhu ruangan, didiamkan selama beberapa jam,” jelasnya. 

Metode ini dikenal menghasilkan karakter rasa yang lebih halus dengan tingkat kepahitan lebih rendah dibanding seduhan air panas.

Setelah proses cold brew selesai, kopi dimasukkan ke mesin draft dan diberi injeksi gas khusus. Proses ini menciptakan lapisan foam di bagian atas serta sensasi rasa manis alami tanpa tambahan gula. 

“Setelah itu cold brew tersebut dimasukkan ke mesin draft kita dan di-inject dengan special gas yang memberikan foam dan natural sweetness,” jelasnya lagi. 

Dari sisi bahan baku, draft coffee di sini menggunakan campuran tiga origin kopi Indonesia. “Jadi ini adalah blendingan antara tiga origin, jadi dari Aceh, Toraja, dan Bali,” ujarnya. 

Ia juga menekankan komitmen perusahaan terhadap kopi lokal. “Kita berkomitmen hanya menggunakan kopi specialty dari Indonesia… dan kita tidak menjual satu pun kopi yang berasal dari luar,” tegas Rangga. 

Untuk varian, tersedia pilihan Draft Black, Draft White, dan Caramel. Seluruhnya disajikan dingin tanpa tambahan es batu, sehingga volume minuman tetap utuh tanpa pencairan. Proses penyajiannya pun relatif singkat hanya kurang dari 10 detik saja. 

Dengan harga mulai dari Rp30.000, draft coffee diposisikan sebagai produk premium yang tetap terjangkau. Kehadiran inovasi ini menunjukkan bagaimana industri kopi terus beradaptasi terhadap kebutuhan pasar, memadukan kualitas, kepraktisan, dan pengalaman konsumsi dalam satu sajian.