Suporter Timnas Inggris Terkejut Harga Minuman yang Mencekik di Stadion
Timnas Inggris sukses mengawali rangkaian uji coba mereka menjelang bergulirnya ajang akbar Piala Dunia 2026.
Namun, di balik hasil positif di dalam lapangan, para penggemar justru dibuat terkejut oleh tingginya harga makanan serta minuman yang dipatok selama pertandingan berlangsung.
Dalam laga pembuka tersebut, timnas Inggris memetik kemenangan tipis 1-0 atas Selandia Baru pada sebuah pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Raymond James di Tampa, Florida, Sabtu.
Gol tunggal kemenangan dilesakkan oleh penyerang Bayern Munich sekaligus kandidat kuat Ballon d'Or 2026, Harry Kane, lewat sundulan terarah sesaat sebelum babak pertama usai.
Kendati meraih kemenangan, performa tim dinilai belum optimal akibat hambatan cuaca ekstrem serta kondisi lapangan yang dikritik karena dinilai sangat sulit untuk dipakai bermain.
Pelatih kepala Thomas Tuchel memutuskan untuk merombak total komposisi sebelas pemain pertamanya saat memasuki paruh kedua pertandingan.
Sang juru taktik mengakui bahwa anak asuhnya sempat bermain tanpa rencana yang matang di paruh awal laga sebelum akhirnya tampil jauh lebih agresif setelah jeda.
baik saja dengan itu. Saya tidak terlalu senang dengan itu. Saya lebih menyukai babak kedua daripada babak pertama," kata Tuchel dikutip dari ESPN.
"Saya pikir kami lebih bersemangat di babak kedua, lebih agresif dalam menguasai dan tanpa bola, menciptakan lebih banyak peluang."
"Beberapa peluang setengah matang yang bagus dan beberapa penetrasi bagus ke dalam kotak penalti."
"Kami lebih banyak bermain dari posisi kami masing-masing dan itulah mengapa kami bermain dengan lebih cepat," lanjutnya.
Keluhan Harga Menu yang Selangit
Selain sorotan terhadap performa tim, situasi di tribun penonton juga memicu kegaduhan tersendiri.
Para suporter yang sudah merogoh kocek dalam-dalam untuk memberikan dukungan langsung di tengah terik cuaca Florida, harus menerima kenyataan pahit mengenai daftar harga menu yang dipasang di area stadion.
Suporter Inggris di tribun penonton saat pertandingan final Piala Eropa 2020 antara Inggris dan Italia di stadion Wembley di London, Minggu, 11 Juli 2021.
Jurnalis olahraga Daily Mail, Mike Keegan, membagikan bukti berupa tangkapan layar daftar harga tersebut.
Diketahui bahwa varian 'bir premium' dijual seharga 18 dollar AS (sekitar Rp 324,7 ribu), sedangkan untuk kategori 'bir lokal' dihargai 16,75 dollar AS (Rp 302 ribu).
Bagi penonton yang menginginkan opsi lain, tersedia menu 'koktail ganda ultra premium' yang merupakan campuran tequila, vodka, rum, dan wiski dengan harga mencapai 26,50 dollar AS (setara Rp 478 ribu).
Sementara itu, untuk satu liter air mineral saja, penonton wajib membayar sebesar 8,75 dollar AS (sekitar Rp 157,98 miliar).
Kondisi ini diperparah oleh laporan jurnalis Press Association, Simon Peace, yang menunjukkan data serupa.
Ia mengungkapkan bahwa seluruh nominal yang tertera pada daftar tersebut nyatanya belum mencakup beban pajak, sehingga para pembeli otomatis harus mengeluarkan biaya tambahan di kasir.
Gelombang Amarah di Media Sosial
Kebijakan harga yang dinilai tidak masuk akal ini langsung memicu reaksi keras serta gelombang protes dari para penggemar di platform digital X (Twitter).
Banyak pihak merasa dieksploitasi secara finansial di tengah kondisi cuaca panas yang membutuhkan hidrasi tinggi.
Salah satu pendukung menulis di X (Twitter): “Itu keterlaluan, harganya lebih mahal daripada Disney,”
Sementara yang lain berkata: “Harga gila. Saya pribadi tidak akan membayarnya. Ini satusatunya cara kita menurunkan harga yang keterlaluan.”
Seorang penggemar ketiga berkomentar: “Benar-benar menjijikkan,” sementara yang keempat menambahkan: “Itu memalukan.” Pendukung kelima memposting:
“Lima pound untuk air minum di tengah panas 33 derajat Celcius dan kelembapan 50%. 15 pound untuk bir. Astaga. Piala Dunia ini adalah ajang mengeruk uang yang keterlaluan.”
Sementara itu, penulis sepak bola Simon Mullock menyatakan: “Lebih murah untuk minum di Qatar.”
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang